Headline.co.id, Jantho ~ Suhu udara yang meningkat di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari pembakaran lahan selama musim kemarau ini.
Ridwan Jamil, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara disebabkan oleh berkurangnya intensitas awan dan dominasi sinar matahari, karena wilayah tersebut telah memasuki musim kemarau. “Dalam beberapa hari terakhir hingga ke depan, suhu udara di Aceh Besar cukup panas. Ini karena kita sudah memasuki masa kemarau, sehingga intensitas awan berkurang dan sinar matahari lebih dominan,” ujar Ridwan Jamil di Kota Jantho, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan bahwa posisi matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa turut memicu peningkatan suhu di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang. Minimnya pembentukan awan juga menyebabkan suhu pada siang hari terasa lebih menyengat.
Selain cuaca panas, BPBD juga memantau munculnya sejumlah titik panas di wilayah Aceh Besar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan jika tidak diantisipasi dengan serius. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran, terutama saat membersihkan lahan atau kebun, karena api berisiko meluas dan sulit dikendalikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun. Hal ini penting untuk mencegah kebakaran yang bisa meluas dan berdampak besar terhadap lingkungan maupun keselamatan warga,” tegas Ridwan Jamil.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Aceh Besar bersama petugas pemadam kebakaran telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan. Sedikitnya 10 pos siaga telah disiapkan untuk memantau kondisi wilayah sekaligus memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran. Ridwan menambahkan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau serta menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan. “Kami telah menyiagakan personel di 10 pos yang ada. Ini untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan penanganan dapat dilakukan secara cepat jika terjadi kebakaran,” pungkasnya.


















