Headline.co.id, Gorontalo ~ Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menekankan pentingnya optimalisasi transformasi digital dalam layanan gizi dengan tetap memperhatikan etika, keamanan data, dan kolaborasi lintas profesi. Hal ini disampaikan Doddy dalam Seminar Nasional yang diadakan oleh Alumni Akademi Gizi Manado di Gorontalo pada Rabu, 25 Maret 2026.
Doddy mengungkapkan bahwa ahli gizi memiliki peran strategis dalam ekosistem layanan kesehatan digital, mulai dari edukasi, konsultasi jarak jauh, hingga pemantauan status gizi berbasis teknologi. Menurutnya, penguatan kapasitas tenaga gizi dalam literasi digital dan pemanfaatan data menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
“Pemanfaatan artificial intelligence dan platform digital harus dilakukan secara optimal namun tetap memperhatikan aspek etika, keamanan data, serta kolaborasi lintas profesi. Hal ini kami sampaikan pada hari Senin lalu,” ujar Doddy di hadapan para peserta seminar.
Doddy juga mengapresiasi pelaksanaan reuni yang dinilai mampu menggabungkan aspek kebersamaan dengan penguatan kapasitas keilmuan. Ia menegaskan bahwa inovasi ini menjadi fondasi dalam mendukung tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik di masa depan. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan reuni ini karena tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan kegiatan ilmiah seperti seminar nasional yang mengangkat isu strategis pemanfaatan Artificial Intelligence dalam layanan gizi. Ini menunjukkan komitmen alumni untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi,” ujar Doddy.
Seminar yang mengusung tema “Sinergi Profesi Kesehatan dalam Mendukung Layanan Gizi Berbasis Artificial Intelligence” tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S Otoluwa.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Syafiin S. Napu, menyatakan bahwa kegiatan yang berlangsung di Aula Poltekkes Kemenkes Gorontalo ini dihadiri oleh ratusan alumni serta tenaga kesehatan dari berbagai daerah. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan malam keakraban dan wisata pada 26–27 Maret 2026.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi antar alumni lintas angkatan sekaligus membangun jejaring dan kolaborasi profesional dalam mendukung pembangunan kesehatan, khususnya di bidang gizi. Seminar nasional ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan inovasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan AI dalam pelayanan gizi,” ujar Syafiin.





















