Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Dalam acara buka puasa bersama TNI dan Polri, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya soliditas dan sinergi kedua institusi tersebut. Hal ini dianggap penting dalam menghadapi berbagai tantangan global serta menjaga stabilitas keamanan nasional. Jenderal Sigit menyatakan bahwa bulan Ramadan merupakan momen yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Jenderal Sigit juga menyoroti dinamika geopolitik global yang saat ini tidak stabil. Ia menyinggung konflik yang terjadi di Timur Tengah yang berdampak pada meningkatnya ketegangan internasional. Konflik di sejumlah negara tersebut telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar dan memicu eskalasi militer di kawasan tersebut. Menurut Kapolri, situasi ini dapat berdampak luas pada situasi global.
Selain itu, Jenderal Sigit menambahkan bahwa ketegangan geopolitik tersebut juga berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk harga minyak dunia. Lonjakan harga minyak dunia, menurutnya, bisa berdampak pada kemampuan fiskal negara dan berpotensi memicu inflasi jika tidak dapat dikendalikan. Stabilitas global dan upaya diplomasi internasional sangat penting untuk meredam konflik agar tidak semakin meluas dan mempengaruhi perekonomian dunia.
Di tengah dinamika global ini, Jenderal Sigit menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian nasional sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kapolri menyatakan bahwa pemerintah saat ini mendorong berbagai program strategis nasional, terutama di sektor ketahanan pangan dan ketahanan energi, agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. “Kita harus memperkuat kemandirian nasional agar tidak terlalu bergantung pada negara lain,” ungkap Jenderal Sigit.






















