Headline.co.id, Bogor ~ PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret, sementara puncak arus balik diprediksi pada 24 Maret. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan hal ini pada Selasa, 10 Maret 2026. Menurutnya, liburan panjang menjadi waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan, namun penting bagi masyarakat untuk memilih waktu yang tepat agar perjalanan mudik dan arus balik tetap nyaman.
Rivan menjelaskan bahwa puncak arus balik yang diperkirakan jatuh pada H+3 Lebaran ini disebabkan oleh sebagian masyarakat yang harus kembali ke Jakarta untuk bersilaturahmi, sementara yang lain memanfaatkan liburan hingga akhir. Dari proyeksi 3,5 juta kendaraan, 28 persen diperkirakan menuju Merak, 50 persen ke arah timur hingga Cipularang, dan sisanya, sekitar 20 persen, menuju Bogor.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, juga menyampaikan bahwa kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi diperkirakan terjadi pada 16 dan 18 Maret. Hal ini berdasarkan hasil simulasi proyeksi pergerakan masyarakat selama periode tersebut. Pemerintah telah mengusulkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mengurangi kepadatan arus mudik, yang telah disetujui oleh presiden.
Lebih lanjut, Menhub menjelaskan bahwa kebijakan WFA akan diterapkan selama lima hari pada masa mudik dan arus balik Lebaran. Tujuannya adalah untuk mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal tertentu. Untuk arus mudik, kebijakan WFA direncanakan berlaku pada 16 dan 17 Maret, memberikan fleksibilitas waktu perjalanan sebelum puncak kepadatan lalu lintas terjadi.





















