Headline.co.id, Bupati Aceh Besar ~ Muharram Idris, menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan pangan di wilayah Aceh Besar dipastikan aman hingga Hari Raya Idulfitri. Pernyataan ini disampaikan di Kota Jantho pada Jumat (6/3/2026) sebagai respons terhadap kekhawatiran masyarakat terkait isu pasokan energi dan bahan pokok.
Muharram Idris mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang dapat menimbulkan kepanikan. “Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang dapat menimbulkan kepanikan. Berdasarkan informasi dari Pertamina, stok BBM di Aceh dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan BBM di Aceh, termasuk Aceh Besar, masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal ini didukung oleh pernyataan resmi dari Pertamina yang memastikan distribusi energi tetap terjaga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait dan distributor, untuk memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta energi bagi masyarakat.
Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, juga memastikan bahwa ketersediaan BBM di seluruh wilayah Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi. Dalam wawancara dengan RRI pada Kamis (5/3/2026), Misbah menyampaikan bahwa Pertamina telah menyiagakan satuan tugas khusus untuk memantau distribusi energi mulai 9 Maret guna memastikan pasokan tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri. “Stok BBM di Aceh dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Misbah.
Selain BBM, Bupati Aceh Besar juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan di wilayahnya masih mencukupi hingga Idulfitri. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Muharram juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun bahan bakar maupun bahan pangan, karena tindakan tersebut dapat memicu kelangkaan semu di pasar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah terus memastikan distribusi BBM dan pangan berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus memantau perkembangan situasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri.
Dengan langkah antisipatif tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap merasa aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi maupun bahan pangan.






















