Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Menyemprotkan parfum langsung ke leher dapat mempengaruhi kelenjar tiroid karena kandungan bahan kimianya. Kebiasaan ini umum dilakukan untuk mendapatkan aroma yang lebih tahan lama dan kuat. Namun, ada kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan hormonal.
Pakar multiomics cancer dari IPB University, Agil Wahyu Wicaksono, menjelaskan bahwa secara ilmiah terdapat indikasi hubungan penggunaan parfum dan gangguan kelenjar tiroid. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kaitannya dengan kanker tiroid belum terbukti secara langsung. “Secara ilmiah, memang ada indikasi hubungan penggunaan parfum dan gangguan kelenjar tiroid, tetapi kaitannya dengan kanker tiroid belum terbukti secara langsung,” jelas Agil dikutip dari Detik, Kamis (5/3/26).
Agil mengungkapkan bahwa parfum atau cologne umumnya mengandung bahan kimia seperti phthalates, paraben, dan triclosan. Zat-zat ini diketahui dapat mengganggu sistem hormonal atau berperan sebagai endocrine disruptors. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa triclosan dapat mempengaruhi fungsi hormon tiroid, sementara beberapa jenis paraben juga dilaporkan berdampak pada keseimbangan sistem endokrin tubuh.
Menurut Agil, bahan kimia tersebut diserap melalui kulit, dan besar kecilnya penyerapan dipengaruhi oleh lokasi pemakaian, frekuensi, serta durasi penggunaan parfum. “Bahan kimia tersebut diserap melalui kulit, dan besar kecilnya penyerapan dipengaruhi oleh lokasi pemakaian, frekuensi, serta durasi penggunaan parfum,” terangnya.
Meskipun ada potensi risiko, Agil menegaskan bahwa dampak tersebut tidak terjadi secara instan dan umumnya berlangsung perlahan. Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua pengguna parfum pasti mengalami gangguan kesehatan. “Dampak tersebut tidak terjadi secara instan dan umumnya berlangsung perlahan. Tidak semua pengguna parfum pasti mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.
Untuk mengurangi potensi risiko kesehatan jangka panjang, masyarakat disarankan lebih bijak dalam menggunakan parfum. Beberapa langkah sederhana bisa diterapkan, seperti menyemprotkan parfum pada pakaian alih-alih langsung ke kulit, serta menghindari pemakaian rutin di area leher atau ketiak.






















