Headline.co.id, Bantul ~ Peristiwa perkelahian remaja yang disebut warga sebagai aksi klitih terjadi di Jalan Imogiri Barat depan Perumahan DM, Dusun Sudimoro, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Empat remaja diamankan warga setelah terlibat keributan di jalan yang dipicu aksi saling salip sepeda motor. Insiden bermula ketika dua remaja yang berboncengan tidak terima didahului rombongan lain hingga terjadi aksi saling serang menggunakan gasper dan helm. Warga yang mengetahui kejadian segera mengamankan para remaja sebelum melaporkannya ke Polsek Sewon.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa empat remaja yang diamankan masing-masing berinisial CK (20), ALA (19), MFP (15), dan MSS (17), seluruhnya warga Kabupaten Bantul dengan latar belakang pelajar dan swasta.
“Pada Sabtu 28 Februari 2026 sekira pukul 01.30 WIB di Jalan Imogiri Barat depan Perumahan DM, Dusun Sudimoro, Timbulharjo, Sewon, Bantul, warga mengamankan empat remaja yang diduga melakukan perkelahian di jalanan,” ujar Iptu Rita Hidayanto kepada wartawan.
Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat MFP berada di rumah MSS di Dusun Pandeyan, Bangunharjo, Sewon, Bantul dan hendak pulang ke rumahnya di Sabdodadi, Bantul. MFP kemudian diantar MSS menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam milik MSS.
Setibanya di Jalan Imogiri Barat, keduanya didahului rombongan empat orang yang mengendarai dua sepeda motor. Karena tidak terima, MSS dan MFP mengejar rombongan tersebut hingga berhasil mendahului dan berhenti di depan mereka.
“MSS turun dari sepeda motor sambil memutar gasper miliknya dan mengenai salah satu orang dalam rombongan. Rombongan kemudian berhenti dan membalas menyerang dengan memukuli MSS dan MFP menggunakan helm,” jelas Rita.
Keributan yang terjadi di lokasi tersebut menarik perhatian warga sekitar. Warga kemudian mengamankan seluruh remaja yang terlibat ke Pos Satpam Perumahan DM sebelum melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian.
Polisi memastikan seluruh pihak yang terlibat telah diamankan untuk proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan mempertimbangkan aspek pembinaan karena sebagian remaja masih berstatus pelajar.






















