Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia terus mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan kehidupan keagamaan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyatakan bahwa Kementerian Agama bertanggung jawab atas pemulihan madrasah, pondok pesantren, dan rumah ibadah di daerah terdampak. Ribuan fasilitas keagamaan di tiga provinsi terdampak telah kembali beroperasi, meskipun pemulihan infrastruktur masih membutuhkan tambahan anggaran.
Menurut data Kementerian Agama, sebanyak 773 madrasah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 651 madrasah atau sekitar 84 persen telah kembali beroperasi, sementara 122 lainnya masih dalam tahap pemulihan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp228 miliar untuk mempercepat rehabilitasi madrasah yang belum berfungsi. Kerusakan yang dihitung meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang administrasi, hingga ruang kepala madrasah.
Di Aceh, tercatat 471 madrasah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, dan sebagian perlu relokasi. Sementara di Sumatra Utara terdapat 263 madrasah terdampak, dan di Sumatra Barat 39 unit. Kementerian Agama telah memetakan tingkat kerusakan secara rinci, termasuk progres pemulihan dan target waktu penyelesaian. Upaya rehabilitasi sarana pembelajaran dengan nilai sekitar Rp64,8 miliar juga sedang diusulkan melalui skema pendanaan pemerintah pusat.
Selain madrasah, pondok pesantren juga menjadi perhatian utama. Dari total 1.173 pesantren yang terdampak, sebanyak 883 unit atau sekitar 75 persen telah kembali beroperasi. Sementara 290 pesantren lainnya masih membutuhkan pemulihan dengan estimasi anggaran sekitar Rp144,64 miliar. Sebagai langkah darurat, santri dari pesantren yang rusak berat sementara dititipkan ke pesantren yang tidak terdampak agar kegiatan belajar tetap berjalan. “Pesantren merupakan bagian penting, terutama di wilayah Aceh, sehingga penanganannya menjadi prioritas,” ujar Nasaruddin Umar dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Pemulihan rumah ibadah menunjukkan progres paling cepat. Dari total 1.593 rumah ibadah yang terdampak, sekitar 97 persen telah kembali digunakan. Hanya tersisa sekitar 35 unit yang masih memerlukan perbaikan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp17,5 miliar. Untuk menjaga aktivitas ibadah tetap berlangsung, Kementerian Agama membangun musala darurat sambil menunggu proses rehabilitasi masjid dan fasilitas ibadah lainnya selesai.
Dalam proses pemulihan, pendanaan tidak hanya bersumber dari APBN, tetapi juga dari partisipasi masyarakat dan lembaga keagamaan. Dukungan ini dimanfaatkan untuk mempercepat rehabilitasi sarana pendidikan dan rumah ibadah. Menag Nasaruddin Umar menegaskan, percepatan pemulihan fasilitas keagamaan menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana. “Kami terus berupaya agar proses belajar di madrasah, kegiatan di pesantren, serta aktivitas ibadah dapat kembali berjalan normal secepat mungkin,” ujarnya.




















