Headline.co.id, Jakarta ~ Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam mulai mencari dan mengamalkan doa awal Ramadhan sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut bulan penuh ampunan. Doa-doa ini dibaca saat melihat hilal, memasuki malam pertama Ramadhan, hingga sejak bulan Rajab dan Sya’ban, dengan tujuan memohon keberkahan, kesehatan, serta diterimanya amal ibadah. Ramadhan dipandang sebagai momentum transformasi ruhani, sehingga mengawali bulan dengan doa dan niat yang lurus menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan Islam. Praktik ini bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW serta riwayat para ulama salaf yang memiliki dasar dalil kuat (rajih).
Ramadhan bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan gerbang ibadah selama satu bulan penuh. Karena itu, hari pertama Ramadhan diibaratkan sebagai pintu pembuka yang menentukan kualitas perjalanan ibadah berikutnya. Umat Islam dianjurkan meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, memohon ampunan atas dosa yang telah lalu, serta berkomitmen memperbaiki kualitas ibadah.
Doa Saat Menyambut Hilal Ramadhan
Salah satu doa yang dinilai paling kuat dasarnya (rajih) adalah doa ketika melihat hilal atau bulan sabit. Doa ini tidak hanya dibaca saat awal Ramadhan, tetapi juga ketika memasuki bulan Hijriah lainnya.
Arab:
اللهم أهله علينا باليمن والإيمان والسلامة والإسلام ربي وربك الله
Latin:
Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmâni was salâmati wal islâm. Rabbî wa rabbukallâh.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.”
Makna doa ini menegaskan harapan agar datangnya Ramadhan membawa kebaikan lahir dan batin, sekaligus mengingatkan bahwa seluruh makhluk berada dalam kekuasaan Allah SWT.
Doa Memasuki Bulan Ramadhan agar Selamat dan Diterima Amal
Doa lain yang diriwayatkan dari Sayyidina ‘Ubadah bin al-Shamith dan dicantumkan oleh Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani dalam Kitab al-Du’â’ (2007, hlm. 312) berbunyi:
Arab:
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
Latin:
Allāhumma sallimnī li Ramadana, wa sallim Ramadana lī, wa sallimhu minnī mutaqabbalan.
Artinya:
“Ya Allah, sampaikan aku kepada Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”
Doa ini mengandung permohonan umur panjang, kesehatan, serta harapan agar ibadah selama Ramadhan diterima Allah SWT. Umat Islam memohon agar diberi taufik untuk mengisi bulan suci dengan ketaatan, bukan kelalaian.
Doa Malam Pertama Ramadhan
Sebagai wujud syukur dan kesiapan spiritual, sebagian umat Islam juga membaca doa malam pertama Ramadhan berikut:
Latin:
Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad. Allâhumma innahu qad dakhala syahru Ramadhân. Allâhumma Rabba syahri Ramadhânalladzî anzalta fîhil Qur’ân. Wa ja‘altahu bayyinâtin minal hudâ wal furqân. Allâhumma fa bârik lanâ syahra Ramadhân. Wa a‘innâ ‘alâ shiyâmihi wa shalawâtihi wa taqabbalhu minnâ.
Artinya:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, sungguh bulan Ramadhan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadhan yang di dalamnya Engkau turunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadhan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.”
Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadhan dalam Keadaan Terbaik
Doa panjang yang dinukil dalam Jawahir Al-Khamsi juga sering dibaca untuk memohon keamanan, kesehatan, serta semangat beribadah:
Latin:
Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma haadza syahru Ramadhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil-faraaghi minas syughli wa a‘inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa’atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘annaa…
Artinya secara ringkas:
“Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan yang telah tiba kepada kami. Masukkanlah ia kepada kami dengan keamanan, kesehatan, dan kesempatan beribadah. Bantulah kami berpuasa, mendirikan salat malam, membaca Al-Qur’an hingga Ramadhan berlalu dengan ampunan dan keridaan-Mu.”
Doa Dipertemukan Hingga Ramadhan Sejak Rajab dan Sya’ban
Doa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Thabrani serta diamalkan para ulama salaf berbunyi:
Arab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin:
Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhâna.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada Ramadhan.” (HR. Baihaqi)
Doa ini mencerminkan kerinduan seorang mukmin terhadap bulan penuh kemuliaan serta harapan agar diberikan umur dan iman yang kuat untuk beribadah.
Niat Puasa sebagai Syarat Sah Ibadah
Selain doa awal Ramadhan, niat puasa menjadi syarat sah yang harus dilakukan sebelum terbit fajar. Salah satu bacaan niat yang populer adalah:
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Niat tersebut menegaskan bahwa puasa merupakan ibadah wajib yang dilaksanakan dengan kesadaran penuh.
Persiapan Spiritual Menyambut Ramadhan
Secara historis, tradisi membaca doa menyambut Ramadhan telah menjadi bagian dari praktik para salafush shalih. Persiapan itu melibatkan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta menata ulang prioritas hidup agar lebih berorientasi pada ketaatan.
Dengan memahami lafal, arti, serta konteks doa-doa awal Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan kesempatan meningkatkan ketakwaan, kesabaran, dan kualitas ibadah secara menyeluruh.




















