Headline.co.id, Redelong ~ Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyerahkan 226 unit Hunian Sementara (Huntara) kepada warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Penyerahan kunci dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, di Aula Pendopo Bupati pada Selasa (17/2/2026).
Huntara ini diberikan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah berat akibat bencana tersebut. Langkah ini merupakan upaya penting dari pemerintah daerah untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan.
“Kami berharap Huntara ini dapat menjadi tempat tinggal sementara yang nyaman bagi masyarakat. Pemerintah daerah terus berkomitmen mempercepat proses pemulihan bagi seluruh warga terdampak,” ujar Tagore.
Pembangunan dan penyaluran Huntara ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain bangunan fisik, para penerima Huntara juga mendapatkan paket bantuan komprehensif untuk mendukung kelangsungan hidup dan pemulihan ekonomi keluarga.
Bantuan yang diterima masyarakat meliputi Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp15.000 per hari per orang selama tiga bulan, Stimulan Pemberdayaan Ekonomi sebesar Rp5.000.000 per Kepala Keluarga (KK), Bantuan Pangan berupa beras 10 kilogram per KK setiap bulan, Isian Huntara sebesar Rp3.000.000 per KK untuk pemenuhan peralatan rumah tangga, serta perlengkapan dasar seperti kompor, matras, dan selimut dari BNPB.
Wakil Bupati Bener Meriah menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Selain dukungan fisik dan ekonomi, perhatian juga diberikan pada aspek sosial-budaya masyarakat terdampak, salah satunya melalui pembagian daging meugang bagi kampung yang terdampak langsung, guna membantu meringankan beban psikologis warga di tengah situasi sulit.
“Banyak dampak yang terjadi akibat bencana ini, namun bantuan terus berdatangan. Pemerintah hadir dan memberikan kepedulian penuh untuk para korban,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Bupati Tagore mengimbau seluruh masyarakat dan perangkat desa untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Bener Meriah masih tergolong tinggi dan berpotensi memicu bencana lanjutan. Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat pemulihan serta menjamin keselamatan warga.





















