Headline.co.id, Jakarta ~ Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib yang dijalankan umat Islam selama satu bulan penuh pada bulan Ramadan. Ibadah ini diperintahkan langsung oleh Allah SWT dan dijelaskan keutamaannya oleh Rasulullah SAW dalam berbagai hadis sahih. Keutamaan puasa Ramadan tidak hanya berkaitan dengan pahala, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan akhlak, penguatan solidaritas sosial, hingga keselamatan di akhirat. Berikut penjelasan lengkap delapan keutamaan puasa Ramadan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis.
- Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT
Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Takwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan menahan diri dari hal-hal yang halal seperti makan dan minum pada waktu tertentu, seorang Muslim dilatih untuk lebih mudah meninggalkan perbuatan yang dilarang.
- Menghapus Dosa-Dosa yang Telah Lalu
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT menjadi sebab diampuninya dosa-dosa sebelumnya. Syaratnya adalah keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah, bukan sekadar rutinitas tahunan.
- Menjadi Perisai dari Perbuatan Buruk
Puasa berfungsi sebagai perisai atau pelindung dari perbuatan tercela. Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pesan ini menegaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, sikap, dan emosi. Dengan demikian, puasa membentuk pribadi yang lebih sabar dan berakhlak baik.
- Mendapat Pintu Surga Ar-Rayyan
Salah satu keutamaan istimewa puasa Ramadan adalah adanya pintu khusus di surga bagi orang yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menegaskan kemuliaan orang yang menjaga puasanya dengan baik. Pintu Ar-Rayyan menjadi simbol penghormatan khusus bagi hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadah ini.
- Meningkatkan Empati dan Kepedulian Sosial
Puasa mengajarkan umat Islam untuk merasakan lapar dan haus sebagaimana dirasakan oleh orang-orang yang kurang mampu. Kondisi ini menumbuhkan empati dan mendorong untuk berbagi.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Dari Anas dikatakan: Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab: Sedekah di bulan Ramadan.” (HR. At-Tirmidzi).
Ramadan menjadi momentum memperbanyak sedekah dan membantu sesama, sehingga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
- Pahala yang Berlipat Ganda
Puasa memiliki kedudukan khusus dibanding ibadah lainnya. Dalam hadis qudsi, Allah SWT berfirman, “Setiap amal kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa balasan puasa bersifat istimewa dan langsung dari Allah SWT. Hal ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menjaga kualitas puasanya.
- Kesempatan Meraih Lailatul Qadar
Di bulan Ramadan terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3).
Malam ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. Keutamaannya melampaui ibadah selama seribu bulan.
- Mendapat Syafaat di Hari Kiamat
Puasa dan Al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat bagi orang yang mengamalkannya. Rasulullah SAW bersabda, “Amalan puasa dan membaca Alquran akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat…” (HR. Ahmad).
Hadis ini menegaskan bahwa puasa tidak hanya memberikan manfaat di dunia, tetapi juga menjadi penolong di akhirat kelak.
Dengan memahami delapan keutamaan puasa Ramadan tersebut, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh iman, keikhlasan, dan kesungguhan. Puasa bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan sarana pembinaan diri yang berdampak pada kehidupan spiritual, sosial, dan keselamatan di akhirat.




















