Headline.co.id, Sumenep ~ Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menunjukkan perkembangan signifikan. Program ini menargetkan peningkatan infrastruktur dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih dan perbaikan rumah warga. Komandan Satuan Tugas TMMD ke-127 Kodim 0827/Sumenep, Bendi Wibisono, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan pada Senin (16/2/2026) untuk memastikan percepatan pekerjaan fisik sesuai target dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.
Beberapa proyek utama yang ditinjau meliputi rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan plengsengan atau Tembok Penahan Tanah (TPT), fasilitas mandi, wudu, kakus (MWK), pembuatan kanopi Masjid Baitur Rahman, serta pembangunan sumur bor untuk sumber air bersih. “Secara umum progres berjalan dengan baik. Sumur bor sudah mencapai 60 persen, RTLH sekitar 40 persen, plengsengan 30 persen, pondasi MWK sudah dikerjakan, dan rangka kanopi masjid telah terpasang,” ujar Bendi.
Dalam kegiatan tersebut, Bendi didampingi Pgs Pasiter Kodim 0827/Sumenep Achmad Suyanto dan Danki SSK TMMD Mujiono yang turut memantau detail pekerjaan di lapangan. Pembangunan sumur bor menjadi prioritas karena penting bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dengan capaian 60 persen, proyek ini diharapkan segera memberikan akses air bersih yang lebih layak bagi warga Desa Mandala.
Pengerjaan jalan desa direncanakan dilakukan pada tahap akhir setelah sasaran fisik lainnya menunjukkan kemajuan signifikan. Strategi ini dipilih agar distribusi material dan mobilisasi alat berat dapat berjalan lebih efektif selama proses pembangunan berlangsung. Selain capaian fisik, keberhasilan TMMD juga didukung oleh keterlibatan aktif masyarakat. Warga Desa Mandala secara bergiliran membantu Satgas TMMD di setiap RT, menciptakan semangat gotong royong yang mempercepat proses pembangunan. Dukungan juga datang dari unsur kepolisian yang ikut terlibat dalam kegiatan terpadu tersebut.
“Partisipasi masyarakat sangat baik. Warga bergiliran membantu Satgas di setiap RT, bahkan kepolisian juga ikut terlibat. Ini menjadi kekuatan utama percepatan pembangunan,” kata Bendi. Meski demikian, pelaksanaan pembangunan menghadapi sejumlah kendala teknis. Akses menuju lokasi sasaran relatif sempit sehingga distribusi material, seperti paving blok, harus dipindahkan dari truk besar ke kendaraan yang lebih kecil. Kondisi musim hujan juga membuat jalan licin dan berisiko longsor.
Satgas TMMD memastikan seluruh pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai tepat waktu. Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.



















