Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, Masran Rauf, menekankan pentingnya penguatan SDM yang berintegritas melalui penerapan nilai falsafah adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan Kitabullah sebagai landasan utama pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Masran saat mewakili Gubernur Gorontalo dalam acara Wisuda Sarjana dan Magister Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang berlangsung di Sumber Ria Ballroom, Sabtu (14/2/2026).
Masran menegaskan bahwa integrasi nilai adat dan agama dalam seluruh aspek pendidikan merupakan pijakan strategis untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkepribadian, bermoral, dan berakhlak mulia. “Pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai ini akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ujar Masran di hadapan 413 wisudawan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perguruan tinggi yang hadir.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas SDM telah ditetapkan sebagai salah satu tujuan strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo. Menurutnya, pendidikan tinggi memegang peranan kunci dalam mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. “Pendidikan tinggi harus menjadi motor penggerak dalam mencetak SDM yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Masran.
Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi, Pemerintah Provinsi Gorontalo disebut telah melakukan berbagai intervensi kebijakan. Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah melalui alokasi anggaran program beasiswa bagi mahasiswa. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan tinggi melalui berbagai program beasiswa yang telah disiapkan,” katanya.
Kegiatan wisuda tersebut turut dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuspenma) Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta perwakilan pemerintah daerah setempat. (mcgorontaloprov/mila)





















