Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mendistribusikan ribuan alat keselamatan pelayaran dalam rangka Kampanye Keselamatan Pelayaran di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilakukan menjelang periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas transportasi laut di wilayah kepulauan tersebut.
Dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (13/2/2026), Ditjen Perhubungan Laut menyerahkan secara simbolis 707 Buku Pelaut Merah, 1.072 Pas Kecil, 753 unit jaket pelampung, 29 unit pelampung, 400 set alat pelindung diri (APD), 65 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR), paket sembako, serta 200 Buku Panduan Basic Safety Training (BST). Sebagian besar bantuan ini telah didistribusikan kepada nelayan dan masyarakat maritim di NTT.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, melalui sambutan yang dibacakan oleh Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Hendri Ginting, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran adalah fondasi utama bagi konektivitas laut dan pariwisata nasional, terutama di destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo. Menurutnya, tingginya aktivitas kapal wisata, kapal penumpang antarpulau, kapal perintis, hingga kapal nelayan di perairan Labuan Bajo menuntut standar keselamatan yang tidak bisa ditawar.
Memasuki Angkutan Lebaran 2026, Ditjen Perhubungan Laut mengantisipasi lonjakan penumpang di jalur laut, terutama di wilayah kepulauan seperti NTT. Tantangan cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi, angin kencang, dan curah hujan tinggi juga menjadi perhatian. Pihaknya mengimbau operator dan nakhoda kapal untuk memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta tidak memaksakan keberangkatan dalam kondisi tidak aman. Pengawasan terhadap kelaiklautan kapal juga diperketat melalui ramp check oleh syahbandar. Kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan dipastikan tidak diberi izin berlayar, termasuk terkait pengawasan muatan barang, penumpang, dan kendaraan.
Pada hari yang sama, Direktorat KPLP bersama KSOP Kelas III Labuan Bajo menyerahkan 50 unit jaket pelampung secara langsung kepada nelayan di Dermaga Marina Water Front Labuan Bajo. Dukungan terhadap kampanye ini juga disampaikan Pemerintah Provinsi NTT melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Flori Rita Wuisan, yang menilai penguatan keselamatan pelayaran menjadi syarat utama menjaga reputasi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata unggulan.
Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menekankan pentingnya membangun kepatuhan terhadap aturan keselamatan. Ia mengingatkan agar perlengkapan keselamatan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi berfungsi optimal dalam operasional kapal.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Transport Counsellor Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Michelle La Rue, yang menyatakan dukungan Pemerintah Australia melalui kerja sama Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP). Program bilateral yang berjalan sejak 2008 itu mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola keselamatan, serta dukungan teknis di sektor transportasi laut.
Sebanyak 200 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, Forkopimda, instansi teknis, asosiasi pelayaran, pelaku usaha maritim, awak kapal wisata, nelayan, dan masyarakat pesisir mengikuti kampanye tersebut. Pemerintah menargetkan terbentuknya budaya keselamatan pelayaran yang berkelanjutan guna menekan risiko kecelakaan laut di wilayah dengan aktivitas pelayaran tinggi.





















