Headline.co.id, Banda Aceh ~ Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (10/2/2026) di halaman Lapangan Tenis Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, dengan kehadiran Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang memastikan langsung manfaat program ini dirasakan oleh warga.
Wali Kota Illiza hadir di tengah masyarakat untuk menegaskan peran pemerintah tidak hanya sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga sebagai pengawas pelaksanaan program. Dalam acara tersebut, ia secara simbolis menyerahkan paket pangan bersubsidi kepada warga, menyapa masyarakat, serta memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar.
Sebanyak 1.300 paket pangan bersubsidi disiapkan oleh Pemko Banda Aceh dengan harga Rp163 ribu per paket. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, beras 5 kilogram, dan satu papan telur ayam. Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan selama dua hari. Setelah diadakan di Kecamatan Meuraxa, kegiatan serupa akan dilanjutkan pada Selasa (11/2/2026) di Gampong Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, untuk memastikan pemerataan intervensi harga di seluruh wilayah Kota Banda Aceh.
Wali Kota Illiza menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan langkah strategis dan berkelanjutan dari Pemko Banda Aceh dalam mengendalikan inflasi daerah dan menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama menjelang Ramadan. “Kita telah melaksanakan pasar murah sejak 2, 3, dan 4 Februari, kemudian kembali di dua titik pada 10 dan 11 Februari. Semua ini untuk menjaga kestabilan harga di tengah masyarakat,” ujar Illiza.
Illiza menekankan pentingnya konsistensi dan perencanaan dalam kebijakan intervensi harga agar masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok. Ia berharap pasar murah bersubsidi ini dapat meringankan beban rumah tangga, terutama menjelang Ramadan ketika konsumsi meningkat.
Selain itu, Pemko Banda Aceh juga menyiapkan pasar murah daging yang akan digelar pada 15–18 Februari. Program ini bertujuan untuk menjaga harga daging tetap terjangkau, menghadapi budaya meugang masyarakat Aceh menjelang Ramadan. Subsidi biaya pemotongan dilakukan bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menjaga harga daging di kisaran Rp140–150 ribu per kilogram. “Budaya meugang adalah tradisi menyambut Ramadan. Pemerintah hadir untuk menjaga kestabilan harga agar masyarakat tetap bisa menjalankan tradisi tanpa terbebani,” tambah Illiza.
Turut hadir mendampingi Wali Kota, Kepala DP2KP Kota Banda Aceh Iskandar, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Banda Aceh Harisman, Kepala Bagian Pembangunan M. Ridha, serta perwakilan dari Bank Indonesia.





















