Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menekankan bahwa kualitas dan keamanan data merupakan fondasi utama dalam melindungi masyarakat dari risiko kecerdasan artifisial (AI) yang dapat menimbulkan kesalahan, bias, atau manipulasi. Nezar menjelaskan bahwa praktik peracunan data atau data poisoning dapat merusak sistem AI dan berdampak langsung pada publik, mulai dari kesalahan dalam pengambilan keputusan otomatis hingga potensi penyalahgunaan data pribadi.
Nezar menyatakan, “Penting bagi kita membahas standar manajemen data. Ini bisa melibatkan sektor publik dan juga privat agar tata kelola data kita semakin kuat.” Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan AI bukan hanya terletak pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan proses pengelolaan data. “Problem dalam pemanfaatan teknologi terbaru ini bukan pada teknologinya, tetapi pada people dan process. Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, kedaulatan yang kita bicarakan hanya menjadi retorika,” tegasnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka ruang kolaborasi lebih luas untuk memperkuat tata kelola data nasional. Langkah ini dinilai penting agar pengembangan AI di Indonesia dapat berlangsung dengan aman, akurat, dan berorientasi pada perlindungan kepentingan publik.



















