Headline.co.id, Jakarta ~ Densus 88 AT Polri bekerja sama dengan mantan narapidana terorisme (napiter) dalam upaya sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme (IRET) di Polda Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Brigpol Ganna Saputra, S.H., anggota tim Densus 88 AT Polri, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya paham IRET.
Acara tersebut dihadiri oleh 500 peserta yang terdiri dari perwakilan Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, jajaran Polres di wilayah hukum Polda Sumsel, serta Bintara Remaja Polda Sumsel. Salah satu mantan napiter, Bapak Abdurrahman Taib, turut berbagi pengalaman dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah modus baru aksi terorisme yang menyasar kaum muda.
Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan lancar. Selain itu, sesi berbagi pengalaman yang interaktif juga diadakan, di mana para peserta dapat mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah penyebaran paham IRET di kalangan masyarakat.





















