Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah, sebuah penyakit zoonotik yang memiliki tingkat fatalitas kasus (CFR) yang tinggi, yaitu 40 hingga 75 persen. Meskipun belum ada kasus yang terdeteksi di Indonesia, potensi dampak serius terhadap kesehatan masyarakat menuntut langkah pencegahan sejak dini.
Virus Nipah dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti babi, konsumsi makanan yang terkontaminasi air liur atau kotoran kelelawar, serta kontak erat dengan penderita. Penularan antar manusia juga dapat terjadi, terutama di lingkungan perawatan kesehatan atau keluarga.
Kemenkes menjelaskan bahwa gejala awal Virus Nipah sering menyerupai penyakit infeksi pernapasan dan gangguan saraf. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, hingga muntah dan kelelahan hebat. Pada kasus yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan neurologis seperti penurunan kesadaran, kejang, dan peradangan otak atau ensefalitis.
Sebagai langkah pencegahan, Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, melalui surat edaran pada Minggu (1/2/2026), mengimbau masyarakat untuk menerapkan upaya perlindungan mandiri. Masyarakat diminta menghindari konsumsi nira atau aren yang diambil langsung dari pohon serta memastikan nira dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.
Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk mencuci dan mengupas buah sebelum dimakan, serta membuang buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar. Daging ternak juga harus dimasak hingga matang sempurna untuk mencegah risiko penularan.
Kemenkes juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta memakai alat pelindung diri ketika melakukan kontak dengan hewan ternak yang berisiko.
Di sisi pelayanan kesehatan, Kemenkes menginstruksikan seluruh dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas di Indonesia untuk memperketat pemantauan terhadap pasien dengan gejala menyerupai meningitis atau pneumonia berat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini dan respons cepat jika ditemukan indikasi penyakit infeksi emerging.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kemenkes meminta publik selalu merujuk pada kanal resmi pemerintah untuk memperoleh informasi yang akurat dan terkini mengenai perkembangan Virus Nipah.





















