Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan dukungannya terhadap pendidik keagamaan lintas iman dalam upaya memperkuat karakter masyarakat. Komitmen ini disampaikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menghadiri acara Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) di Pendopo Kabupaten Lumajang pada Jumat, 31 Januari 2026. Bupati yang dikenal dengan sapaan Bunda Indah menekankan pentingnya peran pendidik keagamaan dalam membentuk generasi muda yang berakhlak dan bermoral.
Bunda Indah menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan insentif yang adil dan merata kepada guru Sekolah Minggu dan guru ngaji dari berbagai agama. Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membina karakter generasi muda dan menjaga harmoni sosial. Menurutnya, pembangunan karakter masyarakat tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui pendidikan nilai dan keteladanan sejak dini di lingkungan keluarga dan komunitas keagamaan.
“Kita ingin semua tokoh dan pendidik keagamaan merasakan perhatian yang sama. Karena mereka semua memiliki peran dalam membina generasi Lumajang yang lebih baik,” ujar Bunda Indah. Dengan langkah ini, Pemkab Lumajang berharap sinergi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin, sehingga tercipta Lumajang yang rukun, harmonis, dan berdaya saing melalui penguatan karakter dan nilai kebersamaan.
Ketua BKSAG Kabupaten Lumajang, Isac Sutanto Latif, menyambut baik komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan kesejahteraan pendidik keagamaan lintas iman. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai langkah penting karena peran para pembina rohani selama ini menjadi bagian dari fondasi pembentukan karakter generasi muda. Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian para pendidik keagamaan, serta memperkokoh nilai kebersamaan dan kerukunan di tengah masyarakat.
“Perhatian kepada para pendidik keagamaan ini menjadi pesan bahwa Lumajang dibangun dengan semangat kebersamaan. Ketika para pembina karakter mendapat dukungan, persatuan dan kerukunan masyarakat juga akan semakin kuat,” ungkap Isac Sutanto Latif.



















