Headline.co.id, Bantul ~ Seorang pria berusia 60 tahun asal Kabupaten Magelang dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat melakukan ziarah di kawasan Makam Syeh Bela Belu, Grogol X, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban berinisial S datang bersama dua kerabatnya untuk berziarah. Peristiwa tersebut terjadi saat korban beristirahat di serambi mushola area makam.
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto membenarkan kejadian tersebut. “Korban meninggal dunia secara mendadak saat berada di lokasi ziarah,” ujar Iptu Rita Hidayanto kepada Headline.co.id.
Korban S diketahui beragama Islam, berjenis kelamin laki-laki, bekerja sebagai sopir, dan berdomisili di Karang Malang, Candisari, Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat korban bersama dua saksi, yakni Wardoyo (48) dan Fayakhun (49), tiba di Makam Syeh Bela Belu untuk melakukan ziarah. Saat berjalan menaiki tangga menuju area makam, korban mengaku kelelahan dan meminta izin untuk beristirahat sejenak di serambi mushola.
“Korban mengatakan capek dan ingin istirahat sebentar di serambi mushola. Saksi kemudian melanjutkan ziarah ke makam,” terang Iptu Rita. Namun, setelah saksi kembali dari area makam, korban ditemukan dalam posisi tergeletak dan sudah tidak sadarkan diri.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Petugas Polsek Kretek bersama tim gabungan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga menghubungi Tim Identifikasi Polres Bantul serta tenaga medis dari Puskesmas Kretek untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan dari Puskesmas Kretek yang dipimpin dr. Wahyu Bimo menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam. Perkiraan waktu kematian korban sekitar satu jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Tim Identifikasi Polres Bantul yang dipimpin Aiptu Teguh Wijaya dan Brigadir Budi Rahmadi juga memastikan tidak terdapat indikasi penganiayaan.
Selain itu, berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sekitar satu bulan sebelumnya sempat menjalani perawatan inap di rumah sakit.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans SAR. Penyerahan jenazah dilakukan secara resmi di Polsek Kretek disertai penandatanganan administrasi.





















