Headline.co.id, Jakarta ~ Kabupaten Agam sedang mengupayakan percepatan pemulihan pascabencana dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. Baznas berkomitmen membangun sekitar 100 unit hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana dengan konsep kawasan permukiman terpadu yang berkelanjutan. Komitmen ini disampaikan oleh Direktur Pendistribusian Baznas RI, Ahmad Fikri, dalam pertemuan dengan Bupati Agam, Benni Warlis, di rumah dinas Bupati Agam pada Selasa, 27 Januari 2026.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan lahan, skema pembangunan, dan peluang kolaborasi lintas kementerian. Ahmad Fikri menjelaskan bahwa keterlibatan Baznas dalam penanganan pascabencana merupakan bagian dari mandat nasional dalam Satuan Tugas Bencana, khususnya pada program sosial keagamaan. Program ini mencakup tiga pilar utama, yaitu kembali ke surau, kembali ke sekolah, dan kembali ke rumah. “Yang kita bahas hari ini adalah program kembali ke rumah, yaitu pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Fikri.
Baznas RI mengusulkan agar pembangunan Huntap dilakukan dalam satu kawasan terpadu yang dapat dikembangkan sebagai Kampung Cahaya Zakat, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra. “Kami ingin mengetahui kesiapan Pemerintah Kabupaten Agam, terutama terkait penyediaan lahan. Di beberapa daerah, pembangunan Huntap sudah berjalan dan menjadi perkampungan terpadu,” jelasnya. Fikri menambahkan bahwa bantuan Baznas RI difokuskan pada pembangunan fisik rumah, sementara penyediaan fasilitas umum berada di luar cakupan program Baznas.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyambut positif rencana Baznas RI dan menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan Huntap. Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Agam telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi, salah satunya di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya. Namun, Benni menekankan pentingnya integrasi fasilitas umum dalam pembangunan kawasan permukiman agar hunian benar-benar layak dan berfungsi jangka panjang. “Jika hanya rumah yang dibangun tanpa dukungan fasilitas umum seperti jalan, irigasi, dan sarana pendukung lainnya, tentu akan menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.
Sebagai pembanding, Benni menyebut pembangunan Huntap bagi korban bencana lahar dingin Gunung Marapi yang dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada tahun lalu, yang telah dilengkapi fasilitas umum dan siap huni. “Model seperti itu yang ideal. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian PKP agar pembangunan Huntap yang dibantu Baznas dapat dilengkapi dan dilanjutkan secara terpadu,” ujar Benni.
Sejalan dengan itu, Baznas RI juga menyatakan kesiapan menjajaki kolaborasi dengan Kementerian PKP. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi Huntap sekaligus memastikan kawasan permukiman yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam.




















