Headline.co.id, Jakarta ~ Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan hasil investigasi terkait kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang menyebabkan korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir. Investigator Subkomite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT, Dwi Bakti Permana, menyampaikan temuan ini dalam rilis media di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Dwi menjelaskan bahwa investigasi KNKT dilakukan melalui tiga tahap, yaitu laporan awal, laporan hasil analisis, dan laporan akhir yang telah disahkan. Dari investigasi tersebut, ditemukan pola berulang penyebab kecelakaan fatal, terutama pada kendaraan angkutan umum dan barang.
Salah satu kecelakaan yang disoroti adalah insiden bus akibat kegagalan sistem pengereman. Hal ini disebabkan oleh ausnya kampas rem melebihi batas toleransi, kondisi jalan menurun, serta lemahnya pengendalian pascaproduksi oleh pabrikan dan pengawasan teknis kendaraan. Kombinasi faktor ini menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan menimbulkan korban jiwa.
KNKT juga mengungkap kecelakaan tabrakan beruntun kendaraan pengangkut air mineral di Bogor pada 4 Februari 2025. Peristiwa ini melibatkan beberapa kendaraan, disertai kebakaran, dan menyebabkan empat orang meninggal dunia serta sejumlah korban luka. “Hasil investigasi menunjukkan kegiatan pembinaan dan pengawasan operator tidak berjalan optimal, sehingga potensi kegagalan teknis tidak teridentifikasi sejak dini,” ujar Dwi.
Kecelakaan fatal lainnya terjadi di Padang, melibatkan bus ALS yang mengalami kegagalan pengereman hingga terguling. Peristiwa ini menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 23 orang luka-luka. Berdasarkan investigasi KNKT, terdapat indikasi masalah teknis pada sistem pengereman, termasuk ketidakterfungsian salah satu unit rem, yang diperparah kondisi jalan.
KNKT juga mencatat kecelakaan dump truck yang mengalami rem blong dan menabrak minibus dari arah berlawanan, mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Dalam kasus ini, KNKT menemukan ketidakpatuhan administrasi kendaraan, termasuk tidak dilakukannya uji berkala dan tidak adanya bukti lulus uji laik jalan.
Selain kendaraan konvensional, KNKT turut menginvestigasi kecelakaan kendaraan listrik di Jakarta Barat pada 13 Mei 2021. Investigasi menemukan potensi bahaya pada sistem kelistrikan kendaraan, di mana kabel mengalami gesekan dan memicu hubungan arus pendek (short circuit) hingga menyebabkan kebakaran.
Pada 14 September 2025, kecelakaan juga terjadi di kawasan Bromo, Jawa Timur, melibatkan bus pariwisata yang mengalami kegagalan pengereman dan keluar jalur. Peristiwa tersebut mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia. KNKT menyatakan investigasi kasus ini masih berjalan untuk mengidentifikasi faktor teknis dan non-teknis secara menyeluruh.
Dari seluruh investigasi kecelakaan LLAJ yang telah dilakukan, KNKT mencatat total 1.118 rekomendasi keselamatan. Dari jumlah tersebut, 439 rekomendasi atau porsi terbesar berkaitan dengan pengendalian dan pengawasan oleh regulator serta pemangku kepentingan.
Pada tahun 2025, KNKT juga melakukan berbagai kegiatan pencegahan, termasuk sosialisasi dan penguatan keselamatan kepada operator dan pengemudi angkutan, baik di tingkat perusahaan transportasi maupun pemerintah daerah, sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan berulang.
KNKT menegaskan, seluruh hasil investigasi ditujukan untuk pencegahan kecelakaan di masa depan, bukan untuk menetapkan kesalahan atau tanggung jawab hukum.




















