Headline.co.id, Pekanbaru ~ Bupati Siak, Afni Zulkifli, melakukan kunjungan kerja ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau pada Selasa (27/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui optimalisasi sektor pajak dan pembagian hasil yang lebih adil. Afni menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pajak, terutama pajak kendaraan bermotor.
Afni mengusulkan agar nomor seri kendaraan tertentu, seperti seri “X”, dapat langsung terdaftar di Siak sehingga potensi pajaknya tidak lagi mengalir ke daerah lain. “Kami lakukan inovasi pajak kendaraan, supaya kontribusinya benar-benar kembali ke Siak,” ujar Afni. Selain itu, ia menyoroti potensi besar pajak air permukaan di wilayah Siak, meskipun keterbatasan kewenangan kabupaten menjadi kendala karena beberapa urusan pajak ditarik ke pusat.
“Kewenangan kabupaten banyak yang ditarik. Kami harap ini tidak mengurangi pendapatan asli daerah,” kata Afni. Sebagai bupati perempuan pertama di Siak, ia menambahkan bahwa sejumlah industri besar, seperti Pabrik Kelapa Sawit (PKS), memiliki izin di tingkat provinsi. Padahal, ada komponen seperti AMDAL dan perizinan lainnya yang seharusnya dapat menjadi sumber pendapatan daerah.
Afni juga menyoroti kontribusi perusahaan swasta, BUMN, hingga pelabuhan besar di Tanjung Buton yang dinilainya belum optimal. Meski ingin meningkatkan pendapatan daerah, Afni menegaskan bahwa kebijakan pajak tidak boleh membebani masyarakat. “Kalau pajak yang menyusahkan rakyat, saya tidak mau,” tegasnya. Ia juga mengusulkan agar perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Siak menggunakan kendaraan operasional dengan pelat nomor daerah setempat, yang menurutnya akan menambah penerimaan pajak kendaraan bermotor bagi daerah.
Sementara itu, Kepala Bapenda Riau, Ninno Wastikasari, menyatakan komitmennya untuk melakukan terobosan dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ia bahkan menyiapkan surat pengunduran diri jika program tidak menunjukkan hasil dalam enam bulan. “Saya sudah buat program. Kalau tidak selesai dalam enam bulan, saya mundur. Surat mundur sudah saya siapkan,” tegas Ninno, yang baru sehari menjabat sebagai kepala Bapenda Riau.
Ninno menekankan bahwa kreativitas adalah kunci utama dalam pengelolaan pajak. Ia menambahkan bahwa di Kabupaten Siak terdapat dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bapenda, yakni UPT Perawang dan UPT Siak, yang berperan penting dalam mendukung pendapatan pajak daerah. Pertemuan ini menegaskan komitmen Pemkab Siak dan Bapenda Riau untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan pajak, agar potensi besar di Siak dapat memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.























