Headline.co.id, Bantul ~ Seorang perempuan lanjut usia dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan rel Dusun Tegal Ijo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 11.25 WIB. Korban berinisial LS (64), warga Sidorejo, Godean, Sleman, diduga tertabrak saat menyeberang rel untuk menuju rumah temannya. Peristiwa tersebut ditangani aparat Polsek Kasihan bersama tim medis dan relawan. Informasi kejadian disampaikan oleh Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kepada headline.co.id secara tertulis.
Iptu Rita menjelaskan, setelah menerima laporan warga, petugas piket fungsi Polsek Kasihan yang dipimpin Pawas Aiptu Ibnu Prastawa Haji, bersama Aiptu Purwanto selaku Kaur Identifikasi Polres Bantul, tim PMI Bantul, serta tenaga medis dari Puskesmas Kasihan II yang dipimpin dr. Salma, segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan awal.
“Peristiwa terjadi di perlintasan rel kereta api Dusun Tegal Ijo RT 012 Ngestiharjo Kasihan Bantul sekitar pukul 11.25 WIB,” ujar Iptu Rita dalam keterangan tertulisnya.
Berdasarkan data kepolisian, korban diketahui bernama LS, berusia 64 tahun, beragama Katolik, berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan berdomisili di Sidorejo, Godean, Sleman. Sementara itu, dua saksi yang dimintai keterangan yakni Watini (70), warga Tegal Ijo Ngestiharjo Kasihan, serta Fembri Pradana (34), petugas Polsuska PT KAI yang berdomisili di Moyudan, Sleman.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB, saat korban datang ke rumah saksi Watini dengan maksud menghadiri kegiatan arisan. Karena arisan belum dimulai, korban berpamitan untuk terlebih dahulu mengunjungi temannya yang rumahnya berada di sisi utara, dengan berjalan kaki menyeberangi rel kereta api karena jaraknya dekat.
Tidak lama setelah korban menyeberang, terdengar suara kereta melintas dan teriakan warga yang menyebut ada seseorang terjatuh di sekitar rel. Warga kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban. Saksi Watini mengenali korban dari pakaian yang dikenakan, yakni kaos yang sama dengannya, sehingga meyakini bahwa orang yang terjatuh tersebut adalah temannya yang baru saja berpamitan. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Kasihan.
Hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis Polres Bantul bersama tenaga medis Puskesmas Kasihan II menyatakan korban sudah tidak bernapas. “Refleks pupil sudah mengalami midriasis total dan refleks cahaya negatif,” jelas Iptu Rita. Pada pemeriksaan fisik juga ditemukan sejumlah luka, antara lain luka lecet di pelipis kiri sekitar 1 sentimeter, luka robek di ekstremitas bawah kanan sepanjang kurang lebih 10 sentimeter, luka lecet pada ekstremitas atas kiri sekitar 1,5 sentimeter, serta luka bekas amputasi pada jari kedua ekstremitas bawah kanan. Namun, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
Dari keterangan saksi Fembri Pradana selaku Polsuska PT KAI, kereta yang melintas saat kejadian adalah KA Gaya Baru Malam dengan rute Surabaya Gubeng–Pasar Senen. Ia juga menghubungi petugas pengawal kereta dan mendapatkan informasi dari masinis bahwa korban memang tertemper kereta tersebut.
Atas permintaan keluarga, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih untuk penanganan lebih lanjut dengan menggunakan ambulans PMI Kabupaten Bantul.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan rel kereta api, terutama di jalur yang tidak dilengkapi palang pintu, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.




















