Headline.co.id, Kubu Raya ~ Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menetapkan infrastruktur sebagai fokus utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyatakan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 merupakan langkah awal dalam proses perencanaan pembangunan yang akan diselesaikan melalui tahapan lanjutan hingga menjadi peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dalam RKPD 2027, pembangunan infrastruktur di seluruh kecamatan menjadi prioritas utama. “Berdasarkan hasil survei, sekitar 53 persen masyarakat Kubu Raya menginginkan persoalan infrastruktur segera dituntaskan. Selain itu, air bersih, kesehatan, dan pendidikan juga menjadi kebutuhan utama. Namun, sektor pertanian dan perikanan tetap mendapatkan perhatian,” ujar Sujiwo saat Musrenbang di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Batu Ampar, Senin (26/1/2026).
Bupati Sujiwo menambahkan bahwa fokus pembangunan tersebut harus tetap dijalankan meskipun ada pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp397 miliar, yang merupakan pemotongan terbesar di Kalimantan Barat. Menurutnya, kondisi ini perlu disikapi bersama tanpa mengubah arah pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah berupaya mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan DPR RI.
“Alhamdulillah, pada awal tahun ini terdapat dukungan pendanaan dari APBN sebesar Rp270 miliar yang saat ini sedang berjalan. Upaya ini kami lakukan demi menjaga keberlanjutan pembangunan di Kubu Raya,” ujarnya. Selain itu, Bupati juga menyoroti dampak pemotongan TKD yang turut berimbas pada Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) dengan total pengurangan mencapai Rp42 miliar. Ia meminta seluruh pemerintah desa di Kubu Raya agar mengelola anggaran secara lebih selektif dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Gunakan Dana Desa dan ADD untuk kebutuhan prioritas. Hindari belanja yang tidak bermanfaat dan dahulukan kepentingan masyarakat,” pesannya. Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, M Amri, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah, terutama dalam kondisi keterbatasan anggaran.
“Prioritas pembangunan tetap pada jalan poros, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Kecamatan Batu Ampar memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan yang harus didukung dengan infrastruktur memadai,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi percepatan pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, termasuk berbagai terobosan dalam penyediaan ruang terbuka hijau sebagai sarana publik bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengaku baru pertama kali menghadiri Musrenbang di tingkat kecamatan. Ia mengapresiasi proses perencanaan pembangunan di Kabupaten Kubu Raya yang dinilainya telah berjalan dengan pendekatan dari bawah ke atas. “Musrenbang ini dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dan nasional. Saya berharap usulan yang disampaikan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan berdampak luas,” ujarnya.






















