Headline.co.id, Surabaya ~ Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur memperluas jaringan internasional dengan menjajaki peluang kerja sama di Guangzhou, Tiongkok. Langkah ini dilakukan melalui kunjungan resmi rombongan OPOP Business Trip Tahun 2026 ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Guangzhou. Sebanyak 40 delegasi pesantren dari Jawa Timur diterima oleh Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ben Perkasa Derajat, di Wisma KJRI Guangzhou pada Senin, 26 Januari 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang ekonomi, pendidikan, dan pengembangan usaha pesantren. Dalam sambutannya, Konjen Ben Perkasa Derajat menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi OPOP Jatim yang disebutnya sebagai rombongan terbesar yang pernah diterimanya selama bertugas di Guangzhou. “Kehadiran 40 delegasi pesantren dari Jawa Timur merupakan momen istimewa dan menunjukkan keseriusan pesantren untuk menembus pasar global,” ujarnya.
Konjen asal Jawa Timur tersebut juga menyoroti pentingnya konektivitas Jawa Timur dan Tiongkok, termasuk keberadaan penerbangan langsung rute Guangzhou–Surabaya yang dinilai strategis dalam mendukung kerja sama ekonomi dan mobilitas pelaku usaha. Dalam pemaparannya, Konjen menyebut sejumlah komoditas Indonesia yang berpeluang besar di pasar Guangzhou, seperti kopi dan kelapa. Ia menegaskan kesiapan KJRI Guangzhou untuk memfasilitasi pesantren Jawa Timur dalam pengembangan produk dan akses pasar internasional.
Sesi dialog berlangsung interaktif, di mana para perwakilan pesantren menyampaikan harapan agar mendapat pendampingan dalam penguatan sumber daya manusia serta peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global. Menanggapi hal tersebut, Konjen menegaskan komitmen KJRI Guangzhou untuk memberikan pendampingan berkelanjutan, termasuk fasilitasi pendidikan dan dukungan ekspor produk unggulan pesantren.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menyampaikan salam dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa OPOP merupakan program unggulan Pemprov Jatim dengan tagline “Pesantren Berdaya, Masyarakat Sejahtera.” Hingga saat ini, sekitar 1.600 pondok pesantren telah bergabung dalam Program OPOP. Ribuan produk pesantren terus dikurasi dan didampingi agar mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di tingkat internasional. “Kami berharap dukungan KJRI Guangzhou dapat mempercepat pesantren Jawa Timur naik kelas dan memiliki akses pasar global,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui jejaring internasional.






















