Headline.co.id, Bantul ~ Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam rumahnya di Dusun Rejodadi, Padukuhan II Onggobayan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban berinisial S (79), diketahui tinggal seorang diri dan pertama kali ditemukan oleh warga setelah rumahnya terlihat gelap tanpa lampu menyala. Peristiwa ini dilaporkan warga kepada pihak kepolisian dan langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Kasihan bersama tim identifikasi. Hasil pemeriksaan awal memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa informasi kejadian diterima secara tertulis dari jajaran di lapangan. “Peristiwa orang meninggal dunia mendadak terjadi pada Jumat sekitar pukul 18.00 WIB di wilayah Rejodadi, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Korban atas nama S, usia 79 tahun, laki-laki,” tulis Iptu Rita dalam keterangannya kepada Headline.co.id.
Menurut keterangan saksi, kejadian bermula ketika Muhammad Miswan (59), warga setempat yang berprofesi sebagai juru parkir, melihat rumah korban dalam kondisi gelap. Atas permintaan Tukinem (60), selaku Ketua RT, saksi kemudian mengecek kondisi rumah korban. Saat masuk ke dalam rumah, korban ditemukan sudah tergeletak di kamar mandi dalam posisi tertelungkup.
“Saksi kemudian bersama Ketua RT memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Setelah dipastikan korban berada di dalam kamar mandi dan tidak menunjukkan respons, warga menghubungi Bhabinkamtibmas yang diteruskan ke Polsek Kasihan,” jelas Iptu Rita.
Petugas kepolisian bersama tim identifikasi segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Pemeriksaan dipimpin oleh Apida Yuli bersama dr. Agus Tri Widiantara selaku Kepala Dinas Kesehatan. Dari hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan unit identifikasi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari satu jam sebelum ditemukan,” ungkap Iptu Rita.
Berdasarkan catatan kepolisian, korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya. Anak korban menetap di wilayah Kadipaten, Kota Yogyakarta, sehingga tidak setiap hari bersama korban. Selain itu, korban juga memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan jarang menjalani pengobatan rutin.
“Korban memiliki riwayat darah tinggi dan jarang berobat, sehingga selama ini jarang merasakan keluhan sakit,” tambahnya.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan.






















