Headline.co.id, Nakhon Ratchasima ~ Atlet boccia Indonesia, Handayani, berhasil meraih medali emas pertamanya di ASEAN Para Games (APG) 2025 yang berlangsung di Thailand. Handayani mengalahkan wakil Malaysia dalam final nomor individu putri BC-1 yang diadakan di Indoor Stadium His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, pada Jumat (23/1/2026).
Pertandingan final tersebut berlangsung dengan ketat dan menuntut kekuatan mental. Handayani sempat tertinggal pada dua end awal sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan pada end ketiga. Pertarungan berlanjut hingga extra time di end keempat, di mana Handayani berhasil keluar sebagai pemenang. “Final tadi benar-benar menuntut mental yang kuat. Sempat tertinggal, tapi alhamdulillah bisa membalikkan keadaan dan menang di extra time,” ujar Handayani dalam siaran pers yang diterima .
Atlet yang lahir pada tahun 1996 ini menegaskan bahwa medali emas adalah target pribadinya setelah tiga kali berpartisipasi dalam ASEAN Para Games. Fokus, pengendalian emosi, dan strategi permainan menjadi kunci utama keberhasilannya meraih podium tertinggi. “Ini ASEAN Para Games ketiga saya. Dari awal sudah menanamkan target harus emas. Alhamdulillah akhirnya terwujud,” ungkap atlet asal Cilegon, Banten tersebut.
Di tengah tekanan pertandingan, Handayani mengaku sempat merasa bingung. Namun, dukungan dari keluarga, rekan atlet, serta doa menjadi penguat kepercayaan dirinya hingga mampu tampil konsisten hingga akhir laga. “Sempat ragu, tapi saya terus optimis dan berdoa. Dukungan orang tua dan teman-teman sangat membantu. Medali emas ini saya persembahkan untuk Indonesia,” tuturnya.
Keberhasilan Handayani menambah perolehan medali kontingen Indonesia dan menegaskan konsistensi prestasi atlet difabel nasional di tingkat Asia Tenggara. Capaian ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia unggul serta pengembangan olahraga prestasi yang inklusif dan berkeadilan.



















