Headline.co.id, Sumenep ~ Dalam upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan, MTs Darussalam yang berlokasi di Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, meluncurkan sebuah buku antologi puisi berjudul “Lilin (Menyalin Terang dari Cahaya yang Terpilin)” pada Kamis (22/1/2026). Buku ini merupakan kumpulan karya siswa-siswi yang dipersembahkan kepada para guru dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November 2025.
Proses penulisan dan kurasi antologi puisi ini berlangsung panjang. Dari puluhan karya yang diterima, madrasah memilih beberapa siswa dengan karya terbaik sebagai bentuk apresiasi dan motivasi berkelanjutan. Moh. Syarifuddin dan Safana Nurul Maulidia dianugerahi predikat Penulis Terbaik, Ali Ridha sebagai Penulis Terkreatif, dan Riya Agustina sebagai Penulis Terproduktif.
Kepala MTs Darussalam, Fadli, menyatakan bahwa peluncuran buku “Lilin” merupakan langkah konkret madrasah dalam menumbuhkan kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap literasi di kalangan pelajar. “Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi juga refleksi rasa terima kasih siswa kepada guru. Selain itu, ini menjadi pengingat pentingnya menghargai dan menghormati guru, terutama di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini,” ujar Fadli.
Fadli menegaskan bahwa kesadaran literasi di kalangan siswa masih perlu terus diperkuat. Oleh karena itu, madrasah harus melakukan upaya nyata dan terukur agar membaca dan menulis menjadi budaya sehari-hari, bukan hanya aktivitas insidental. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menghimpun karya siswa dalam bentuk buku ber-QR Code ISBN (QRCBN), sehingga hasil karya dapat diakses lebih luas dan meningkatkan kebanggaan siswa terhadap proses kreatif yang mereka jalani.
Untuk memperkaya ekosistem literasi, peluncuran buku ini juga menghadirkan layanan Perpustakaan Keliling (Perpusling) dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep. Kehadiran Perpusling memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengakses lebih banyak bahan bacaan, sekaligus memanfaatkan waktu setelah ujian sekolah secara produktif.
Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, mengapresiasi inisiatif MTs Darussalam yang aktif menghadirkan literasi hingga ke tingkat desa melalui pendekatan jemput bola. “Pelayanan Perpustakaan Keliling ke sekolah dan madrasah terbukti efektif. Antusiasme lembaga pendidikan terus meningkat, bahkan kini menjangkau desa-desa dan kecamatan,” ungkap Syaiful.
Menurut Syaiful, lahirnya buku puisi karya siswa MTs Darussalam menunjukkan bahwa kecintaan terhadap literasi dapat ditanamkan sejak dini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, gerakan literasi berbasis sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi pelajar yang kritis, kreatif, dan berkarakter. Peluncuran buku “Lilin” pun menjadi bukti bahwa ruang-ruang pendidikan di daerah mampu melahirkan karya bermakna, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembudayaan literasi dan pembentukan nilai-nilai positif bagi generasi muda.





















