Headline.co.id, Tolitoli ~ Bupati Tolitoli, Amran, menghadiri dan meresmikan Program Penyuluhan Agama Islam untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Galang. Acara ini berlangsung di Masjid Nurul Iman, Desa Ginunggung, pada Sabtu (17/1/2026), dengan mengusung semangat gotong royong. Program ini diikuti oleh 32 sekolah SD/MI di Kecamatan Galang, dengan peserta didik kelas V dan VI sebagai sasaran utama. Tema yang diangkat adalah “Dengan Semangat Gotong Royong Mari Sukseskan Penyuluhan Agama Islam dan Peran Orang Tua dalam Menciptakan Peserta Didik yang Cerdas dan Berakhlak Menuju Generasi Indonesia Emas 2045.”
Dalam sambutannya, Bupati Amran menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam bidang pendidikan untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045, dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya, moral, dan kebersamaan. “Pendidikan adalah kunci kemajuan, yang keberhasilannya ditentukan oleh peran bersama orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah,” ujar Amran.
Amran juga menjelaskan peran penting orang tua sebagai pendidik pertama dalam membentuk karakter anak melalui kasih sayang dan keteladanan. Sementara itu, guru disebutnya sebagai mitra strategis dalam proses pendidikan. “Kegagalan bukan disebabkan oleh keterbatasan harta, melainkan oleh hilangnya niat baik dan kemauan untuk berusaha,” tambahnya. Program penyuluhan agama ini dinilai penting dalam pembinaan karakter dan akhlak anak sejak dini agar memiliki nilai keagamaan, disiplin, etika, dan saling menghargai.
Pemerintah Kabupaten Tolitoli berkomitmen penuh mendukung pendidikan dan pembinaan karakter tersebut. Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Usman Taba, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai kunci utama mutu pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa melalui kolaborasi dan komitmen bersama, sebanyak 335 guru di daerahnya telah tersertifikasi dan memenuhi standar yang ditetapkan. “Sertifikasi merupakan awal untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan pendidikan. Guru diharapkan senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kualitas diri, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Usman Taba.




















