Headline.co.id, Sleman ~ Seorang anak laki-laki berusia lima tahun ditemukan meninggal dunia di aliran Selokan Mataram, wilayah Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Senin (19/01/2026) dini hari. Peristiwa ini ditangani langsung oleh personel Polsek Mlati Polresta Sleman setelah menerima laporan warga sekitar pukul 00.20 WIB. Korban berinisial MIFR, warga Kalurahan Sinduadi, yang sebelumnya sempat dibawa orang tuanya ke RSA UGM. Polisi saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Salamun, menyampaikan bahwa petugas piket fungsi Polsek Mlati yang dipimpin Pawas AKP Agus Santoso, S.I.P., M.A.P., segera mendatangi lokasi kejadian di Jl. Selokan Mataram, Dusun Kutu Asem, RT 04 RW 17, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati. “Personel bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan kecelakaan air yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia,” ujar Iptu Salamun kepada headline.co.id secara tertulis.
Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas mendapati warga telah berkerumun. Berdasarkan informasi warga, korban sudah lebih dahulu dibawa oleh orang tuanya ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menggunakan kendaraan pribadi.
Pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia lebih dari 10 menit sebelum dilakukan pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kronologi awal kejadian diketahui bermula sekitar pukul 23.50 WIB. Sejumlah saksi yang sedang melaksanakan ronda malam mendapat informasi dari seorang pengendara sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya, bahwa terdapat benda menyerupai anak yang hanyut terbawa arus sungai. Para saksi kemudian melakukan pengecekan ke lokasi dan mendapati seorang anak dalam kondisi tertelungkup di aliran sungai.
Warga selanjutnya mengevakuasi korban secara manual dari aliran sungai dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mlati. Evakuasi dilakukan untuk mempercepat penanganan dan memberikan pertolongan medis secepat mungkin.
Keterangan juga diperoleh dari orang tua korban. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban masih terlihat tidur bersama ibunya. Ayah korban kemudian keluar rumah untuk mengikuti kegiatan ronda malam. Namun, sekitar pukul 23.00 WIB, saat kembali ke rumah, ayah korban mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka dan korban sudah tidak berada di tempat tidurnya.
Orang tua korban sempat melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal sebelum akhirnya menerima informasi bahwa anak mereka ditemukan di aliran sungai.
Dalam penanganan kejadian ini, Polsek Mlati telah melakukan sejumlah langkah kepolisian, mulai dari mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara, menghubungi Tim Inafis Polresta Sleman, mendata saksi-saksi serta identitas korban, melakukan pengecekan ke RSA UGM, membuat laporan resmi, hingga melaporkan perkembangan kasus kepada pimpinan.
Saat ini, peristiwa tersebut masih ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Mlati untuk pendalaman lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. Polisi menyatakan, apabila ditemukan adanya unsur pidana, proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Iptu Salamun juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti sungai dan saluran air. “Kami mengimbau orang tua agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” tuturnya.





















