Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap praktik child grooming dan kekerasan seksual pada anak. Ia menekankan pentingnya peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga dan lingkungan terdekat anak, dalam mengatasi ancaman nyata ini. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (14/1/26), sebagaimana dilaporkan oleh laman antaranews.
Menteri Arifatul menjelaskan bahwa praktik child grooming dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk keluarga, komunitas, dan satuan pendidikan. Peningkatan perhatian publik terhadap isu ini juga didorong oleh terbitnya buku yang ditulis oleh figur publik Aurelie Moeremans, yang menceritakan pengalaman pribadinya terkait kekerasan seksual. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa kekerasan terhadap anak adalah masalah nyata yang dapat menimpa siapa saja.
Sebagai langkah konkret, Menteri PPPA meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi child grooming. Laporan dapat disampaikan melalui Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) terdekat atau melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129) dengan menghubungi call center 129 atau WhatsApp di nomor 08111-129-129. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan anak di Indonesia.





















