Headline.co.id, Jakarta ~ Meureudu, Pidie Jaya – Polres Pidie Jaya mengambil langkah nyata untuk mengatasi debu tebal yang mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Pidie Jaya pasca banjir. Debu yang beterbangan di jalanan tidak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan pengguna jalan. Menanggapi situasi ini, Polres Pidie Jaya melakukan penyiraman jalan menggunakan Armoured Water Cannon (AWC) sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana banjir. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026).
Sat Samapta Polres Pidie Jaya memimpin kegiatan penyiraman ini, menargetkan area di sekitar Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu, hingga Simpang Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua. Wilayah-wilayah ini mengalami dampak debu yang cukup parah akibat endapan lumpur yang mengering setelah banjir. Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi memimpin langsung penyiraman, didampingi oleh Kasat Samapta Iptu Ramli, Wakapolsek Meureudu Ipda Yusri, KBO Sat Samapta Ipda Mustafa, serta personel Sat Lantas, Sat Samapta sebagai operator AWC, dan personel Polsek Meureudu.
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, melalui Kasi Humas AKP Mahruzar Hariadi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. “Penyiraman dilakukan di wilayah hukum Polsek Meureudu dan Polsek Meurah Dua, mulai dari jalan seputaran Kota Meureudu hingga Simpang Teupin Pukat. Tujuannya untuk mengurangi debu di badan jalan agar aktivitas masyarakat dan pengguna jalan dapat berjalan lebih aman dan nyaman,” ujar AKP Mahruzar.
Ia menambahkan bahwa keberadaan satu unit AWC milik Polres Pidie Jaya menjadi sarana penting dalam mendukung percepatan pemulihan pasca bencana. “Dengan adanya armada AWC ini, kami berharap dapat memberikan solusi terbaik dalam kegiatan pemulihan pasca bencana,” jelasnya.
Aksi penyiraman jalan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Hasan (45), seorang warga Meureudu, menyatakan rasa terima kasihnya atas kehadiran Polri di tengah kondisi pasca banjir. “Sejak banjir surut, debunya luar biasa. Kalau lewat jalan ini mata dan nafas terasa sesak. Alhamdulillah hari ini jalan disiram, jauh lebih nyaman. Terima kasih kepada Polres Pidie Jaya yang peduli dengan kondisi kami,” ungkap Hasan.
Nurhayati (38), warga Kecamatan Meurah Dua, juga menyampaikan apresiasinya. “Kami merasa diperhatikan. Polisi tidak hanya mengatur lalu lintas, tapi juga turun langsung membantu masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan,” ujarnya.
AKP Mahruzar menegaskan bahwa kegiatan penyiraman jalan ini juga bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pidie Jaya pasca bencana. “Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran dan keseriusan Polri dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tutupnya.
Di tengah debu dan sisa lumpur pasca banjir, semburan air dari AWC Polres Pidie Jaya menjadi simbol harapan bahwa negara hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat.





















