Headline.co.id, Sleman ~ Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kawasan Gunung Wangi, Krasaan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut ditangani langsung oleh jajaran Polsek Berbah setelah menerima laporan dari warga. Korban diketahui berinisial MR. X dan ditemukan dalam kondisi sudah mengalami pembusukan. Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari karena cuaca hujan dan medan yang cukup sulit.
Saat di konformasi Headline.co.id, Kapolsek Berbah AKP Dwi Daryanto, SH, MIP, menyampaikan bahwa laporan awal diterima dari warga setempat yang mendapat informasi adanya seseorang gantung diri di area gardu di bukit Gunung Wangi.
“Gabungan piket fungsi mendatangi kejadian penemuan orang meninggal dengan cara gantung diri di Gunung Wangi, Krasaan, Jogotirto, Berbah, Sleman,” ujar AKP Dwi Daryanto dalam keterangan tertulisnya.
Peristiwa bermula ketika saksi pertama, Wawan Yudianto (46), warga Berbah, didatangi seseorang yang mengaku berasal dari Piyungan. Orang tersebut menanyakan keberadaan gardu di Bukit Gunung Wangi sambil menunjukkan foto di telepon genggam yang memperlihatkan adanya seseorang tergantung.
Setelah menerima informasi tersebut, Wawan kemudian memberitahukan kepada saksi kedua, Mada Weda (32), yang juga warga setempat. Keduanya selanjutnya menghubungi Polsek Berbah untuk melaporkan temuan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, anggota Polsek Berbah yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Berbah AKP Dwi Daryanto bersama piket pawas, piket fungsi gabungan, serta Bhabinkamtibmas Jogotirto segera mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi.
Proses olah tempat kejadian perkara turut disaksikan oleh Lurah Jogotirto, Mitha Mayasaari, S.Psi, dan Dukuh Krasaan, Nida Salma Hajaroh. Dari pihak Puskesmas Berbah, dokter jaga dr. Intan Nisa melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan, atau sekitar 72 hingga 96 jam. Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan, ditandai dengan tubuh yang menggelembung, adanya larva lalat, serta kulit yang mulai terkelupas dan membengkak di hampir seluruh bagian tubuh.
“Dokter menyatakan korban sudah meninggal kurang lebih tiga hari yang lalu dengan kondisi tubuh sudah mengalami pembusukan,” terang AKP Dwi Daryanto.
Setelah proses identifikasi awal dan pengamanan lokasi, petugas bersama tim terkait melakukan evakuasi jenazah. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Berbah menambahkan bahwa proses evakuasi selesai sekitar pukul 20.00 WIB dan sempat mengalami kendala akibat hujan serta medan menuju lokasi yang cukup terjal dan sulit dilalui.
“Proses evakuasi korban selesai pukul delapan malam, terkendala cuaca hujan dan medan yang cukup sulit,” pungkasnya.
Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor kepada pihak berwajib guna membantu proses identifikasi.
Informasi diatas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.






















