Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) sedang berupaya keras untuk membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penculikan di perairan Gabon. Insiden ini melibatkan anak buah kapal (ABK) dari kapal ikan yang dibajak oleh bajak laut. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 yang terjadi pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat.
Setelah menerima laporan tersebut, Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde segera berkoordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan pemilik kapal, dan pihak terkait lainnya. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penyelamatan para awak kapal yang diculik. “Segera setelah mendapat informasi pembajakan, Kemlu melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” ujar Heni dalam pernyataan resmi pada Selasa (13/1/2026).
KBRI Yaounde juga telah meminta informasi terbaru mengenai kondisi kesehatan para WNI yang menjadi awak kapal, terutama mereka yang berhasil lolos dari penculikan. Dari 12 awak kapal IB FISH 7, sembilan orang diculik, sementara tiga lainnya, termasuk dua WNI, berhasil selamat dan tetap berada di kapal hingga diselamatkan oleh otoritas setempat. Kapal tersebut kemudian dikawal menuju Libreville, ibu kota Gabon.
Heni memastikan bahwa WNI yang selamat dalam kondisi aman. Sementara itu, Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi untuk memburu para pelaku penculikan. KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa hak-hak ketenagakerjaan para ABK WNI dan keluarganya tetap terpenuhi. “Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” tambah Heni.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, mengonfirmasi bahwa empat WNI dan lima warga negara Tiongkok diculik dalam insiden tersebut.




















