Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Maluku Utara melaksanakan pelantikan terhadap 54 pejabat administrator dan pengawas pada awal tahun 2026. Acara pelantikan ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dan berlangsung di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, pada Senin, 12 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan percepatan pelaksanaan program prioritas daerah.
Sarbin Sehe menegaskan bahwa pelantikan dan rotasi jabatan merupakan praktik umum dalam sistem pemerintahan untuk memastikan aparatur sipil negara (ASN) ditempatkan sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi. “Dari sekian banyak orang yang berjuang dan berharap untuk dilantik, Allah memilih saudara-saudara sekalian. Karena itu, teruslah bersyukur,” ujar Sarbin Sehe dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk menjaga loyalitas kepada pimpinan, membangun kerja sama tim yang solid, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dengan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kinerja. Pelantikan ini mencakup 32 pejabat administrator (eselon III) dan 22 pejabat pengawas. Nama-nama pejabat yang dilantik tercantum dalam Lampiran Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 800.1.3.3/KEP/ADM-MU/001/I/2026 yang meliputi berbagai OPD, rumah sakit daerah, badan teknis, hingga unit pelaksana teknis daerah (UPTD).
Selain itu, sejumlah pejabat lainnya dilantik berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 800.1.3.3/KEP/ADM-MU/002/I/2026, serta satu pejabat yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.3.3-127 DUKCAPIL Tahun 2026. Sarbin Sehe berharap para pejabat yang dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing, memperkuat koordinasi lintas OPD, serta mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program kerja yang terukur.
“Tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan aparatur yang tidak hanya paham administrasi, tetapi juga memiliki kepemimpinan, inovasi, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas Sarbin Sehe.








