Headline.co.id, Demak ~ Banjir yang melanda Kabupaten Demak semakin meluas hingga Senin pagi (12/1/2026), menurut data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Demak. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan diperparah oleh pasang air laut (rob).
Di Kecamatan Sayung, banjir terjadi karena sungai tidak mampu menampung debit air hujan, diperparah oleh rob yang menghambat aliran air ke Sungai Dombo. Di Desa Kalisari, banjir menggenangi jalan utama dengan ketinggian 50–60 sentimeter dan permukiman warga setinggi 5–20 sentimeter, mempengaruhi 40 rumah dengan 40 kepala keluarga atau sekitar 160 jiwa. Selain itu, sekitar 200 hektare lahan sawah dan dua masjid juga terdampak.
Di Desa Sayung, genangan air setinggi 20–50 sentimeter di jalan dan 10–30 sentimeter di permukiman menyebabkan 90 rumah terendam, mempengaruhi 90 kepala keluarga atau sekitar 360 jiwa. Fasilitas umum yang terdampak meliputi 12 tempat ibadah, empat fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, dan satu pasar.
Di Kecamatan Demak, banjir telah terjadi sejak Selasa (6/1/2026) akibat curah hujan tinggi, meningkatnya debit Sungai Kalijajar, serta tidak berfungsinya pintu air pembuangan. Wilayah terdampak termasuk Kelurahan Betokan dengan genangan 10–30 sentimeter di jalan dan sebagian permukiman yang kini mulai surut. Di Kelurahan Bintoro, genangan setinggi 5–10 sentimeter sepanjang sekitar 100 meter terjadi akibat saluran drainase yang tidak lancar. Genangan serupa juga terjadi di Kelurahan Kadilangu sepanjang 50 meter, serta di Desa Karangmlati dengan ketinggian air 20–30 sentimeter di Jalan Raya Demak–Bonang.
Di Kecamatan Karanganyar, banjir melanda Desa Wonorejo pada Sabtu (11/1/2026) akibat hujan deras selama dua hari berturut-turut. Genangan air mencapai 10–50 sentimeter di jalan dan 5–20 sentimeter di permukiman, merendam sekitar 100 rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai 100 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa.
Sementara itu, di Kecamatan Bonang, banjir terjadi di Desa Bonangrejo dan Desa Tridonorejo dengan ketinggian air 20–35 sentimeter di ruas Jalan Raya Demak–Bonang. Banjir disebabkan tingginya curah hujan yang bersamaan dengan pasang air laut sehingga aliran air ke sungai terhambat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk menyiapkan peralatan penanggulangan bencana, melakukan pemantauan cuaca secara berkala, serta monitoring wilayah terdampak melalui radio komunikasi dan media sosial. “Kami juga melaksanakan pompanisasi di Desa Kalisari, mengoperasikan Posko Siaga Musim Penghujan 2025–2026, serta membuka layanan nomor tunggal pengaduan darurat,” ujar Agus.
BPBD Kabupaten Demak mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kondisi darurat melalui Call Center BPBD Kabupaten Demak di nomor (0291) 682200.





















