Headline.co.id, Padang Panjang ~ Dalam era modern yang semakin kompleks, salat ditegaskan kembali sebagai fondasi utama untuk mencapai ketenangan batin, disiplin pribadi, dan keberkahan hidup. Hal ini menjadi inti dari pengajian bulanan yang diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Padang Panjang di Masjid Nurul Furqan, Kelurahan Tanah Pak Lambik, pada Ahad (11/1/2026).
Ustaz Yasmansyah, dalam tausiyah bertema “Sukses Hidup Melalui Salat”, menekankan bahwa salat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga instrumen pembentuk karakter dan penentu kualitas kesuksesan hidup seorang Muslim. Di hadapan sekitar 300 jemaah dari berbagai majelis taklim, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan salat sebagai prioritas utama dalam setiap aspek kehidupan. “Setinggi apa pun jabatan, sebanyak apa pun harta, dan sehebat apa pun kedudukan seseorang, semuanya tidak akan bermakna jika salat ditinggalkan,” tegasnya.
Ustaz Yasmansyah juga mengaitkan makna strategis salat dengan peristiwa Isra dan Mikraj, yang mengajarkan pentingnya membangun kebiasaan melangkah dari rumah ke masjid serta menempatkan salat sebagai poros kehidupan. Menurutnya, kedisiplinan dalam salat akan berimplikasi langsung pada etos kerja, ketenangan jiwa, dan kualitas hubungan sosial.
Lebih lanjut, Ustaz Yasmansyah menyoroti peran salat dalam membangun keluarga sakinah. Ia menilai, banyak persoalan rumah tangga, termasuk konflik dan perceraian, berakar dari kelalaian menjaga salat dan membaca Al-Qur’an. “Tidak akan lahir keluarga yang sakinah jika anggota keluarganya tidak salat dan tidak membaca Al-Qur’an. Salat mendidik kita untuk disiplin, menjaga adab kepada Allah, serta menenangkan hati,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan kebiasaan salat sejak dini, disertai keteladanan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang Panjang yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdako, Ade Nafrita Anas. Ia mengapresiasi konsistensi BKMT dalam menggelar pengajian bulanan sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi keimanan dan kepedulian sosial masyarakat. Menurutnya, peran BKMT sejalan dengan visi Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah, di mana nilai-nilai keislaman menjadi roh dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Kementerian Agama Kota Padang Panjang yang diwakili Desminar. Ia menilai kehadiran jemaah BKMT secara rutin menjadi ruang strategis untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, serta membina keluarga dan generasi penerus yang berakhlak.
Sementara itu, Ketua BKMT Kota Padang Panjang, Asrizallis, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap pada 2026 kualitas program dan partisipasi jemaah BKMT terus meningkat sehingga perannya dalam pembinaan umat semakin kuat dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi, pengurus Masjid Nurul Furqan menyerahkan bingkisan kepada tiga majelis taklim dengan jumlah jemaah terbanyak. Majelis Taklim Masjid Tauhid meraih peringkat pertama, disusul Masjid Muttaqin di posisi kedua, dan Masjid Nurul Iman di peringkat ketiga.



















