Headline.co.id, Blora ~ Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggelar acara Kenduri Desa sebagai bagian dari peringatan Hari Desa 2026. Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT, Tabrani, yang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum positif untuk pembangunan desa. Tabrani menekankan pentingnya pembangunan desa yang dimulai dari bawah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, serta pemberantasan kemiskinan sesuai arahan Presiden.
Acara yang berlangsung pada Senin (12/1/2026) ini juga menjadi ajang apresiasi terhadap program nasional seperti Makan Gizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi, terutama di sektor peternakan dan pangan. Kemendes PDTT memuji inisiatif desa tematik organik yang diusung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, dan menyebutkan bahwa saat ini terdapat 191 koperasi desa Merah Putih yang sedang dibangun.
Kenduri Desa diadakan di Alun-alun Blora sebagai bentuk rasa syukur dan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Acara dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Baznas Kabupaten Blora, Sutaat, sebagai ungkapan syukur atas penetapan Hari Desa secara nasional.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Blora, Agung Heri Susanto, menyambut baik pelaksanaan Kenduri Desa dengan tema “Kenduri Desa Nasional dalam Rangka Hari Desa”. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 di Jawa Tengah, yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, dengan Blora turut berpartisipasi.
Agung mengajak seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk terus membangun desa sesuai arahan Presiden Prabowo. Dalam acara tersebut, juga dibacakan puisi “Puisi Harapan Desa” oleh perwakilan kepala desa dan Agung Heri Susanto, sebagai refleksi dan harapan bagi masa depan desa-desa di Blora.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun Kabupaten Blora. Ia menegaskan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) bagi kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa akan tetap diberikan sesuai dengan penghasilan tetap (Siltap) desa tanpa pengurangan.
Bupati juga menjelaskan kebijakan efisiensi anggaran akibat pemotongan TKD, yang mengharuskan pelaksanaan rapat di lingkungan Pemerintah Daerah dilakukan secara sederhana. Ia meminta dukungan desa dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, dengan bahan baku MBG disuplai melalui koperasi desa dan melibatkan Ibu PKK dalam pengelolaan sayuran.
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga akan dilanjutkan bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan kuota 250 kepala desa atau perangkat desa, yang mendapatkan subsidi biaya sebesar 30 persen. Bupati berharap program ini dapat meningkatkan kualitas SDM kepala desa dan perangkat desa di Blora.
Selain itu, Bupati menegaskan dukungan terhadap program ketahanan pangan melalui pengembangan perkebunan organik, dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII. Kegiatan ini juga diisi dengan penggalangan dana untuk korban bencana banjir di Sumatra sebagai bentuk solidaritas masyarakat Blora.
Pada akhir acara, sejumlah desa menerima penghargaan atas peningkatan Indeks Prestasi Pembangunan Desa, termasuk Desa Pilang (Randublatung), Sumber (Keradenan), dan lainnya. (MC Kab. Blora/Teguh-Danin/Eyv).



















