Headline.co.id, Bantul ~ Sebuah gudang penyimpanan kayu bakar milik warga di Dusun Sorekan Malangan RT 47, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, dilaporkan terbakar pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Peristiwa ini ditangani langsung oleh jajaran Polsek Sanden yang mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan situasi aman dan api telah padam. Kebakaran diduga dipicu sisa bara pembakaran sarang tawon yang dilakukan warga pada malam sebelumnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima dan segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
“Anggota Polsek Sanden dipimpin KSPK III Aiptu Rohmadiyanto mendatangi lokasi kandang kayu bakar milik Irfan Nurdiansyah yang terbakar. Saat petugas tiba, kondisi api sudah padam dan situasi terkendali,” ujar Iptu Rita Hidayanto dalam keterangan tertulis kepada headline.co.id.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran terjadi di area tempat penyimpanan tumpukan kayu bakar. Petugas bersama Bhabinkamtibmas Kalurahan Srigading, Aipda Afif R, S.H., serta personel Kuda 52 melakukan pengecekan lokasi untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Iptu Rita menjelaskan, kerugian yang dialami pemilik gudang bersifat materiil. “Kerugian berupa terbakarnya tempat penyimpanan dan tumpukan kayu bakar dengan estimasi nilai sekitar Rp10.000.000. Untuk korban jiwa nihil dan situasi tetap kondusif,” katanya.
Dari hasil sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa bara api pembakaran sarang tawon yang dilakukan warga pada malam hari. Bara api tersebut diduga belum sepenuhnya padam, lalu menyambar material mudah terbakar di sekitar lokasi penyimpanan kayu.
Petugas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas pembakaran, terutama di lingkungan yang dekat dengan bahan mudah terbakar. Langkah pencegahan, seperti memastikan bara api benar-benar padam dan melakukan pengawasan pascakegiatan, dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Sebagai penegasan, Iptu Rita menambahkan bahwa penanganan di lokasi berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala berarti. “Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, tertib, dan kondusif,” tutupnya.




















