Headline.co.id, Redelong ~ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah berpartisipasi dalam rapat virtual mengenai data desa pascabencana hidrometeorologi yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Provinsi Aceh pada Kamis, 8 Januari 2026. Rapat ini bertujuan untuk mempercepat penginputan data desa yang terdampak bencana hidrometeorologi di 18 kabupaten/kota di Aceh.
Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Bener Meriah, Khairmansyah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Bener Meriah, Sekretaris Dinas Pertanahan Kabupaten Bener Meriah, serta tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah. Selain Bener Meriah, seluruh Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra se-Provinsi Aceh juga mengikuti rapat ini secara virtual.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Aceh yang bertindak sebagai Wakil Komando Bencana Aceh. Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan Setda Aceh menekankan pentingnya validasi dan percepatan penginputan data desa terdampak bencana hidrometeorologi untuk memastikan penanganan pascabencana yang tepat sasaran.
Selanjutnya, Kepala DPMG Aceh menyampaikan sinkronisasi data desa terdampak bencana. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT juga memaparkan peran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam penginputan data desa terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.
Pada sesi akhir, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan paparan mengenai peran Kemendagri dalam penanganan pascabencana alam hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Rapat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mempercepat pendataan desa terdampak, sehingga proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.




















