Headline.co.id, Sumenep ~ Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2026 untuk mendorong inovasi dan profesionalisme di kalangan pendidik madrasah. Acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, bertempat di Gedung Workshop MAN Sumenep pada Rabu, 7 Januari 2026.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, menegaskan bahwa Anugerah GTK bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan alat strategis untuk menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan madrasah. Ia menyatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan madrasah harus didukung oleh kreativitas guru dan tenaga kependidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Anugerah GTK merupakan bentuk penghargaan sekaligus motivasi agar para pendidik terus berkreasi, berinovasi, dan meningkatkan profesionalisme. Ini sejalan dengan semangat HAB ke-80 Kemenag RI untuk memperkuat peran pendidikan dalam mencetak generasi unggul dan berakhlak,” ujarnya.
Dalam Anugerah GTK 2026, Kemenag Sumenep mempertandingkan dua kategori utama yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran. Kategori pertama adalah inovasi media pembelajaran, yang melibatkan lima nominator dari setiap jenjang pendidikan, yaitu Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Para nominator menampilkan beragam media pembelajaran kreatif yang telah diimplementasikan di madrasah masing-masing.
Kategori kedua adalah artikel populer kependidikan, yang menjaring sepuluh nominator dengan karya tulis berisi gagasan, praktik baik, serta solusi inovatif dalam pengembangan pendidikan madrasah. Karya-karya tersebut dipresentasikan di hadapan dewan juri sebagai bagian dari proses penilaian yang transparan dan kompetitif.
Melalui ajang ini, Kemenag Kabupaten Sumenep berharap dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan keagamaan. Anugerah GTK juga diharapkan menjadi ruang berbagi inspirasi antarpelaku pendidikan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap madrasah sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia di daerah.




















