Headline.co.id, Jogja ~ Mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih prestasi gemilang di kancah internasional. Tim Dynamo Consulting dari FEB UGM dinobatkan sebagai juara pertama dalam ajang International Social Business Case Competition Creative Shock 2025 yang berlangsung di Lithuania. Tim ini terdiri dari Nathaniel Christianto Kuniardi dan Gildas Sebastian Satriatama Sitompul dari jurusan Akuntansi, serta Rr. Hadijah Puteri Jasmine dan Ericha Mellyana dari jurusan Manajemen, dengan bimbingan dari dosen pendamping Azellia Alma Shafira, S.E., M.Sc.
Ericha Mellyana menjelaskan bahwa kompetisi ini diadakan oleh Students’ Association of ISM University di ISM University of Management and Economics, Vilnius, Lithuania. Acara yang berlangsung dari 20 hingga 23 November 2025 ini diikuti oleh finalis dari berbagai negara, termasuk Lithuania, Serbia, India, Indonesia, dan Amerika Serikat. Setiap tim harus melewati tahap awal dan final. Pada tahap awal, peserta diberikan dua kasus berbeda secara berurutan. Kasus pertama adalah kasus keuangan dari ŠUNYS ASISTENTAI, organisasi yang melatih anjing pendamping untuk penyandang disabilitas, di mana peserta diminta merancang skema pendanaan berkelanjutan.
Kasus kedua berasal dari Pilnos Širdys, bisnis sosial yang memberdayakan penyandang disabilitas melalui produksi kertas dan buku. “Peserta diminta menyusun strategi pemasaran yang dapat meningkatkan kesadaran dan konversi produk mereka secara efektif,” jelas Ericha di Kampus UGM, Kamis (4/12). Sembilan tim terbaik melaju ke final dan menghadapi kasus pemasaran baru untuk SPEAK, organisasi yang memfasilitasi pembelajaran bahasa masyarakat Lithuania dan warga asing.
Setelah lolos tahap awal, peserta ditantang merancang strategi untuk menarik lebih banyak relawan lokal sebagai pengajar. Lima tim terbaik kemudian masuk ke babak grand final untuk mengerjakan kasus keuangan dari Innovator Valley, sebuah ruang kreatif yang memerlukan model finansial berkelanjutan untuk jangka panjang.
Ericha menyatakan bahwa tantangan utama dalam kompetisi ini adalah memahami konteks budaya dan geografis Lithuania. Ia menekankan pentingnya analisis tambahan agar solusi yang diusulkan relevan dan dapat diimplementasikan di sana. Selain itu, penggunaan bahasa dalam presentasi menjadi krusial karena ide harus disampaikan dengan jelas dan menarik bagi juri dari berbagai latar belakang.
Ericha menambahkan bahwa prestasi ini tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing dan GMB Case Club yang memberikan mentoring intensif selama persiapan. Dukungan dari FEB UGM juga memungkinkan tim berkompetisi dengan baik. “Kami bersyukur atas capaian ini karena ini adalah pengalaman pertama kami ke luar negeri, lolos ke final, dan menang di kompetisi internasional. Ini menjadi kenangan dan pengalaman berharga bagi FEB, UGM, dan Indonesia,” ujarnya.





















