Headline.co.id, Solo ~ Solo Safari di Surakarta, Jawa Tengah, menjadi destinasi wisata unggulan yang menawarkan pengalaman melihat dan berinteraksi dengan satwa dalam konsep modern dan edukatif. Dikelola oleh Taman Safari Indonesia sejak resmi dibuka kembali pada 27 Januari 2023, kawasan ini menghadirkan wajah baru bekas Taman Satwa Taru Jurug dengan fasilitas yang lebih ramah pengunjung dan satwa. Revitalisasi besar-besaran dilakukan untuk menjawab kebutuhan wisata keluarga, pendidikan, dan konservasi di tengah kota. Melalui pendekatan wisata berbasis pengalaman, Solo Safari kini menjadi rujukan baru wisata satwa di Kota Solo sekaligus penggerak pariwisata daerah.
Sebagai jurnalis perjalanan, kunjungan ke Solo Safari memberikan kesan kuat bahwa tempat ini tidak sekadar kebun binatang, melainkan ruang belajar terbuka tentang keanekaragaman hayati yang dikemas secara atraktif dan bertanggung jawab. Konsep konservasi, edukasi, dan rekreasi terasa nyata sejak langkah pertama memasuki kawasan.
Transformasi dari Taman Satwa Taru Jurug ke Solo Safari
Sejarah panjang Solo Safari berakar dari Taman Satwa Taru Jurug yang berdiri sejak 1878, menjadikannya salah satu kebun binatang tertua di Indonesia. Awalnya kawasan ini merupakan pemindahan Kebun Binatang Sriwedari dan berkembang sebagai ruang rekreasi publik. Namun, seiring pertumbuhan kota dan perubahan kebutuhan wisata, revitalisasi menjadi keniscayaan.
Titik balik terjadi pada periode 2022–2023 ketika kawasan seluas 13,9 hektare ini direvitalisasi dan di-rebranding menjadi Solo Safari. Pengelolaan oleh Taman Safari Indonesia membawa standar baru dalam tata kelola satwa, keselamatan pengunjung, serta penyajian pengalaman wisata. Transformasi ini diarahkan untuk mengubah orientasi wisata Solo yang semula didominasi wisata kuliner menjadi wisata tematik berbasis alam dan edukasi.
Baca juga: Wisata Jati Sewu Gresik, Review Destinasi Keluarga Seru di Tengah Hutan Jati
Konsep Wisata Edukasi yang Lebih Humanis dan Modern
Pengalaman berkunjung ke Solo Safari menunjukkan pendekatan yang lebih humanis terhadap satwa. Area penangkaran dirancang dengan ruang gerak luas dan minim kandang konvensional, digantikan oleh pembatas alami atau kaca pengaman yang tetap memberi jarak aman. Jalur pejalan kaki yang lebar dan rindang membuat eksplorasi kawasan terasa nyaman, bahkan saat kunjungan ramai.
Setiap zona dilengkapi papan informasi edukatif yang menjelaskan asal-usul satwa, habitat alami, hingga status konservasi. Informasi disajikan ringkas dan mudah dipahami, mencerminkan praktik wisata berbasis pengetahuan yang akurat dan dapat dipercaya.
Baca juga: Kampoeng Wisata De Berran, Hidden Gem Wisata Keluarga di Kota Batu dengan Kolam Mata Air Alami
Koleksi Satwa yang Beragam dan Bernilai Konservasi
Solo Safari menampung lebih dari 300 hingga 400 satwa dari sekitar 90 spesies yang mencakup mamalia, burung, dan reptil. Koleksi ini tidak hanya beragam, tetapi juga relevan dengan misi konservasi, terutama satwa endemik Indonesia yang dilindungi.
Mamalia unggulan antara lain gajah Sumatera, harimau Sumatera, orangutan Kalimantan, singa Afrika, jerapah, zebra, dan meerkat. Dari kelompok burung, pengunjung dapat melihat pelikan, burung merak, kakatua, dan burung hantu. Sementara itu, reptil seperti buaya muara, ular piton, dan biawak melengkapi pengalaman belajar lintas spesies.
Mengamati satwa dari jarak dekat dalam lingkungan yang menyerupai habitat alaminya memberi pemahaman nyata tentang tantangan konservasi dan pentingnya perlindungan satwa liar.
Baca juga: 20 Pilihan Wisata Temanggung yang Cocok untuk Liburan Keluarga di Jawa Tengah
Wahana dan Atraksi yang Mengedukasi
Sebagai destinasi wisata keluarga, Solo Safari menghadirkan beragam wahana yang dirancang untuk menggabungkan hiburan dan edukasi. Safari Journey menjadi salah satu favorit, memungkinkan pengunjung berkeliling kawasan menggunakan kereta khusus sambil mendengarkan penjelasan pemandu.
Atraksi lain seperti Animal Show dan Keeper Talk menyajikan pertunjukan edukatif yang menampilkan perilaku alami satwa. Feeding Time dan Petting Zoo memberi kesempatan interaksi langsung secara terkontrol, terutama bagi anak-anak. Kampung Satwa Nusantara dan Museum Satwa memperkaya wawasan tentang keanekaragaman hayati Indonesia serta sejarah dan upaya konservasi yang dilakukan.
Baca juga: 10 Rekomendasi Wisata Jember yang Lengkap untuk Liburan Keluarga dan Healing
Fasilitas Lengkap dan Ramah Pengunjung
Dari sisi kenyamanan, Solo Safari menawarkan fasilitas yang tertata baik. Restoran dan kafe tersedia di dalam kawasan, termasuk restoran terbuka yang memungkinkan pengunjung bersantap sambil mengamati satwa. Toko suvenir, area bermain anak, masjid, ruang menyusui, serta toilet bersih tersedia di berbagai titik.
Aksesibilitas juga menjadi perhatian penting. Jalur landai dan fasilitas pendukung disediakan bagi penyandang disabilitas, sementara area parkir luas dan wahana kereta wisata internal memudahkan mobilitas pengunjung.
Lokasi Strategis dan Akses Mudah
Solo Safari berlokasi di kawasan Jurug, Surakarta, dekat perbatasan dengan Karanganyar. Lokasinya hanya sekitar 10 menit dari pusat Kota Solo dan mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Akses yang mudah ini menjadikan Solo Safari ramah bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Baca juga: 15 Wisata Alam dan Destinasi Favorit di Malang Jadi Pilihan Healing Wisatawan
Harga Tiket dan Jam Operasional
Solo Safari menawarkan pilihan tiket reguler dan premium. Harga tiket reguler berkisar Rp45.000 hingga Rp60.000 untuk dewasa, sedangkan tiket premium memberikan fasilitas tambahan seperti mobil buggy, suvenir, dan tempat duduk prioritas saat pertunjukan. Jam operasional umumnya dari pagi hingga sore hari, dengan perbedaan kecil antara hari kerja dan akhir pekan. Pengunjung disarankan memeriksa informasi terbaru sebelum berkunjung karena harga dapat berubah.
Berdasarkan pengalaman langsung, Solo Safari berhasil memadukan rekreasi dan edukasi dalam satu kawasan wisata yang dikelola secara profesional. Koleksi satwa yang bernilai konservasi, fasilitas modern, serta konsep edukasi yang kuat menjadikannya ikon wisata baru Kota Solo. Bagi keluarga, pelajar, maupun wisatawan umum, Solo Safari layak direkomendasikan sebagai destinasi wisata satwa yang informatif, aman, dan relevan dengan upaya pelestarian alam masa kini.
Baca juga: 20+ Daftar Tempat Wisata Jogja 2025 Hits Terbaik dan Wajib dikunjungi




















