Headline.co.id, Langgur ~ Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara toleransi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama. Hal ini dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga kedamaian serta keutuhan daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama dalam Bingkai Ain Ni Ain Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Syafira, Kota Langgur, pada Senin (30/12/2025).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kerukunan tidak terjadi secara alami, melainkan harus dibangun melalui sikap saling menghormati, tenggang rasa, dan kerja sama berkelanjutan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. “Kerukunan menuntut kita untuk menerima perbedaan, tidak memaksakan kehendak, serta hidup berdampingan secara damai sebagai satu keluarga besar Maluku Tenggara,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pilar utama kerukunan umat beragama meliputi toleransi terhadap perbedaan keyakinan, penghormatan atas kebebasan beribadah, saling pengertian, gotong royong, serta kesetaraan hak warga negara sebagaimana dijamin dalam Pancasila dan UUD 1945. Bupati juga menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku agar tidak menyinggung keyakinan pihak lain, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah demi terciptanya ketertiban dan stabilitas daerah.
Lebih lanjut, Thaher Hanubun menyoroti mulai terkikisnya nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kei yang selama ini menjadi perekat persaudaraan, khususnya ajaran leluhur Evav-Kei tentang hidup rukun, saling menghormati, dan bergotong royong. “Kita harus kembali merawat nilai-nilai adat dan budaya melalui sikap, kebiasaan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Bupati berharap akan lahir gagasan-gagasan segar, terutama dari generasi muda, dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan agar Maluku Tenggara tetap menjadi daerah yang damai, rukun, dan harmonis. (MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)


















