Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Menteri Sosial, K.H. Saifullah Yusuf, S.I.P., memantau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS) Kesra pada hari terakhir pencairan. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan tersebut diterima oleh keluarga yang benar-benar berhak. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu (31/12/25), menandai berakhirnya penyaluran BLTS Kesra untuk tahun 2025.
BLTS Kesra telah disalurkan kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 juta keluarga menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia. Bantuan yang diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, sehingga setiap keluarga menerima total Rp900 ribu.
Menteri Sosial mengingatkan agar bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Ia menegaskan bahwa penggunaan BLTS untuk judi online dan pengeluaran yang tidak penting dilarang. Selain itu, data penerima bantuan bersifat dinamis, dan pemerintah membuka mekanisme usul dan sanggah melalui RT serta aplikasi Cek Bansos.
Penyaluran BLTS di wilayah yang terkena bencana dilaporkan telah mencapai lebih dari 86 persen hingga hari terakhir. Lansia dan penyandang disabilitas mendapatkan layanan antar langsung ke rumah mereka.
Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menyatakan bahwa penyaluran BLTS melibatkan lebih dari 18 juta keluarga dan dilakukan tanpa hari libur sejak pertengahan Oktober hingga hari terakhir. PT Pos menyalurkan BLTS melalui kantor pos dan titik komunitas, serta memberikan layanan antar langsung kepada lansia dan penyandang disabilitas. Haris menambahkan bahwa penyaluran dilakukan berdasarkan data resmi pemerintah dan PT Pos terus bergerak, termasuk di wilayah terdampak bencana, hingga penyaluran selesai.



















