Headline.co.id (Yogyakarta) — Di bawah terik matahari, semangat para guru dan siswa SD Taman Siswa Jetis, Yogyakarta tetap membara menyambut kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, Sabtu (25/10/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung progres program Revitalisasi Satuan Pendidikan, yang tengah dikerjakan di sekolah bersejarah itu. Program revitalisasi difokuskan pada perbaikan atap gedung dan pembangunan tiga ruang kamar mandi murid, dua fasilitas vital guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan belajar.
Kepala SD Taman Siswa Jetis, Endang Sri Werdiningsih, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurutnya, kondisi atap sekolah sebelumnya sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kemendikdasmen. Kondisi atap sekolah sebelumnya sudah sangat memprihatinkan. Program ini betul-betul kami nantikan,” ujar Endang dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik.
Sekolah yang berdiri di bawah naungan jaringan pendidikan Taman Siswa ini memiliki 65 murid dan 13 tenaga pendidik dan kependidikan. Mereka menjunjung tinggi filosofi Ki Hadjar Dewantara: ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani—sebuah prinsip yang menekankan keteladanan, kebersamaan, dan dukungan dalam proses pendidikan.
Sejak proyek revitalisasi dimulai pada 29 September 2025, kegiatan belajar sementara dipindahkan ke SMP Taman Dewasa Jetis dengan sistem bergantian. Endang menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk pengorbanan sementara demi kenyamanan jangka panjang.
“Siswa dan orang tua sangat memahami karena mereka tahu sekolah ini akan menjadi tempat belajar yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Fambudi, mengatakan proyek revitalisasi melibatkan 16 pekerja lokal dengan target penyelesaian pada 7 Desember 2025.
“Kami bekerja maksimal agar pembangunan sesuai jadwal dan mutu,” kata Fambudi.
Sementara itu, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari capaian strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan sarana dan prasarana sekolah di Indonesia layak, aman, dan mendukung kualitas belajar.
“Dari anggaran Rp16,9 triliun yang semula dialokasikan untuk 10.440 satuan pendidikan, kini telah tercapai perjanjian kerja sama dengan 16.140 satuan pendidikan, melampaui target awal,” jelas Fajar.
Program ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam memperluas akses dan mutu pendidikan dasar dan menengah, sekaligus menciptakan ruang belajar yang sehat, aman, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Usai meninjau SD Taman Siswa Jetis, Wamen Fajar melanjutkan kunjungan ke SMA Santo Thomas Yogyakarta. Sekolah yang memiliki 26 murid dan 14 tenaga pendidik ini tengah bersiap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Nasional pada 3–9 November 2025.
“Empat murid kelas XII telah menjalani try-out TKA bersama sekolah lain di Yogyakarta dan siap mengikuti ujian nasional,” kata FX Suryantomo, Kepala SMA Santo Thomas.
Dalam dialog dengan para siswa, Fajar memberikan motivasi agar mereka terus bersemangat mengejar cita-cita.
“Kalian adalah generasi emas Indonesia. Pendidikan adalah kunci membuka pintu kesuksesan. Teruslah belajar dan jangan mudah menyerah,” pesannya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap peserta didik, Wamendikdasmen menyerahkan bantuan seragam sekolah secara simbolis kepada dua perwakilan siswa, Natalia Yulista dan Joshua Heinmanganang.
Kunjungan kerja Fajar di Yogyakarta ini menegaskan arah kebijakan Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti yang berorientasi pada pemerataan layanan pendidikan berkualitas. Program revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi anak bangsa.





















