Headline.co.id (Sleman) ~ Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menggelar kegiatan penilaian bagi kelompok pengelola sampah, seperti Bank Sampah, Sodakoh Sampah, dan TPS3R. Kegiatan ini berlangsung sejak awal tahun hingga akhir September 2025 dan ditujukan untuk memberi semangat baru bagi masyarakat yang aktif dalam pengelolaan sampah di wilayah Sleman. Penilaian ini juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas peran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Plt. Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan ajang kompetisi, melainkan bentuk penghargaan dan motivasi bagi para penggiat lingkungan.
“Kegiatan ini bukan lomba, melainkan penilaian untuk memberikan semangat baru bagi kelompok pengelola sampah,” ujar Sugeng Riyanta saat ditemui di kantor DLH Sleman, Senin (6/10/2025).
Penilaian dilakukan melalui dua tahap, yakni administrasi dan visitasi lapangan. Tahap pertama dilaksanakan sejak Januari hingga 30 September 2025. Setiap kelompok diwajibkan melaporkan aktivitasnya secara daring melalui aplikasi resmi DLH. Kelompok Bank Sampah dan Sodakoh Sampah melapor lewat situs SIOSESTU, sementara TPS3R menggunakan tautan s.id/tps3r/2025. Dari hasil seleksi administrasi, ditetapkan 15 kelompok nominator dari tiga kategori untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Visitasi akan dimulai pada hari Selasa, 7 Oktober 2025, dengan kunjungan pertama ke TPS3R Purwo Berhati, Kalasan,” jelas Sugeng. Ia juga mengingatkan agar kelompok yang dikunjungi tidak melakukan penyambutan berlebihan demi menjaga objektivitas penilaian.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Persampahan DLH Sleman, Fitasari Ayu Wardani, menjelaskan bahwa penilaian lapangan mencakup berbagai aspek, mulai dari legalitas kelompok, kelengkapan administrasi, sarana dan prasarana, hingga inovasi dalam pengelolaan sampah.
“Selain memiliki SK dari kelurahan, kami juga menilai SOP, struktur organisasi, peralatan, dan catatan administrasi. Kemitraan dengan pihak lain seperti pengepul, sekolah, kampus, dan dunia usaha juga menjadi perhatian,” ungkap Fitasari. dlhkotakendari.org
Fitasari menambahkan bahwa aspek pengelolaan sampah organik menjadi kriteria dengan bobot tinggi karena berhubungan langsung dengan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, manfaat kelompok bagi masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dalam penilaian, baik melalui sosialisasi langsung maupun pemanfaatan media sosial.
“Tidak kalah penting, kami menilai kemanfaatan kelompok bagi masyarakat serta inovasi mereka dalam menciptakan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan,” katanya.
Sebagai bentuk penghargaan, pemenang dari setiap kategori akan menerima trofi, piagam, dan uang pembinaan. Juara pertama akan mendapatkan Rp4.500.000, disusul juara kedua Rp3.500.000, juara ketiga Rp2.500.000, harapan satu Rp1.500.000, dan harapan dua Rp1.000.000.
Fitasari menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara transparan dan profesional.
“Dewan penilai terdiri dari perwakilan DLH Kabupaten Sleman, pengurus JPSM Sehati Sleman, dan pengurus TPS3R Resep Kabupaten Sleman,” pungkasnya. dlhkotakendari.org






















