Headline.co.id (Bantul) ~ Upaya penyelamatan seorang pria berinisial FH (25), warga Sewon, Bantul, berlangsung dramatis pada Minggu (10/8/2025) sore. FH, yang merupakan lulusan Salah Satu Universitas Swasta di Jogja jurusan Teknik Industri tahun 2024, diduga mencoba mengakhiri hidup dengan beberapa cara, mulai dari melompat ke sumur hingga memanjat atap rumah sambil membawa senjata tajam.
Baca juga: Produksi Pangan Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah, Presiden Prabowo Tegaskan Kedaulatan Bangsa
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, dalam keterangan tertulis kepada headline.co.id mengungkapkan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika FH mengikuti perlombaan peringatan HUT RI di kampung. Usai kegiatan, FH pulang dan mengeluh pusing kepada ibunya, STI (58).
“Ibunya sempat mengerik pelaku dan menyarankan untuk beristirahat, namun pelaku menolak dan kembali keluar rumah,” jelas AKP Jeffry, Minggu (10/8/2025).
Tak lama kemudian, FH kembali ke rumah dan berbincang dengan tetangga, MJ (60), yang sedang memperbaiki pompa air. FH kemudian membawa palu dan obeng, sambil meminta MJ pergi karena ia berniat bunuh diri dengan melompat ke sumur.
“Setelah saksi menjauh, pelaku langsung melompat ke sumur sedalam tiga meter dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter,” ujar Jeffry. MJ lantas membujuknya untuk naik sambil meminta bantuan warga.
Baca juga: L300 Tabrak Tembok di Depan SD Banyakaan Piyungan, Sopir Alami Patah Tangan
Meski berhasil keluar dari sumur, FH mengambil parang dan memanjat atap rumah. Di sana, ia kembali mengancam akan bunuh diri. Petugas Polsek Sewon yang tiba di lokasi berhasil membujuknya untuk meletakkan senjata dan turun.
Namun, situasi belum berakhir. Setelah mediasi singkat dengan keluarga dan dukuh, FH kembali memanjat atap rumah sambil melakukan siaran langsung di Instagram. Ia kembali menyatakan niat mengakhiri hidup.
“Beruntung, teman sekolah dan kuliah pelaku datang ke lokasi dan berhasil membujuknya untuk turun,” tambah Jeffry. FH kemudian setuju dibawa ke RS Jiwa di Klaten menggunakan mobil siaga FPRB Bangunharjo.
Baca juga: Kecelakaan Tunggal di Piyungan: L300 Tabrak Tembok, Sopir Alami Patah Tangan
Petugas gabungan yang terlibat dalam evakuasi ini meliputi Polsek Sewon, Kapanewon Sewon, BPBD Bantul, PMI Bantul, Bhabinkamtibmas Bangunharjo, FPRB Bangunharjo, dan Linmas Bangunharjo.
Dari keterangan keluarga, FH belakangan mengeluhkan permasalahan tanah keluarga yang disewakan untuk rumah kos. Ia meminta tanah dan rumah tersebut dijual, serta mengaku mengalami halusinasi bahwa dirinya terus diawasi oleh orang yang tidak dikenal. Warga juga menyebut, nenek dan kakak FH memiliki riwayat gangguan jiwa.
“Pelaku dapat dievakuasi dengan selamat dan saat ini mendapat perawatan lebih lanjut di RS Jiwa,” tutup AKP Jeffry.



















