Ekonomi Syariah Dipastikan Jadi Landasan Pemerintahan Mendatang
Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin memastikan pemerintah bakal terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di masa mendatang. Hal itu disampaikan Wapres saat menghadiri acara Center For Sharia Economic Development (C-SED) Institute For Development of Economics And Finance (Indef) di Jakarta, Selasa.
“Pemerintah terus mengawal keberlanjutan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan mengintegrasikannya dalam RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029,” kata Wapres.
Wapres Ma’ruf Amin menambahkan, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-3 ekonomi syariah global, naik dari sebelumnya peringkat ke-10. Selain itu, Indonesia juga mempertahankan posisi ke-2 di sektor makanan halal dan ke-3 di fesyen Muslim.
“Bahkan pada tahun 2024, Indonesia berhasil meraih peringkat pertama pada Global Muslim Travel Index,” ujarnya.
Kemajuan tersebut terlihat dari semakin bervariasinya produk keuangan syariah, seperti obligasi syariah, asuransi syariah, dan pembiayaan usaha berbasis syariah. Pemerintah juga memperkuat infrastruktur dan ekosistem ekonomi syariah melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah.
“Ekonomi dan keuangan syariah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif, karena prinsip-prinsipnya yang mengedepankan keadilan dan pemerataan kesejahteraan,” papar Wapres.
Namun, Wapres mengakui masih ada tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah, seperti rendahnya tingkat literasi dan belum memadainya kerangka regulasi. Oleh karena itu, pemerintah akan fokus pada sinergi empat pilar utama, yakni regulasi, kelembagaan, inovasi, dan literasi.
“Kami membutuhkan dukungan semua pihak, terutama INDEF, untuk memberikan masukan dan rekomendasi dalam mengatasi tantangan tersebut,” pungkas Wapres.
sumber: https://www.antaranews.com/berita/4304447/wapres-pastikan-landasan-keuangan-syariah-bagi-pemerintahan-mendatang.






















